Siapa yang tidak mengenal sumur Zamzam? Seluruh umat
Islam pasti mengenalnya, apalagi ketika mereka pernah masuk ke Masjidilharam di
Mekah. Bagi yang tidak atau belum pernah masuk ke Masjidilharam, sumur Zamzam
dapat dikenal dari buku-buku agama. Secara saintifik, sumur Zamzam dapat
ditelaan dan dipelajari. Ilmu yang mempelajari masalah ini dalam cabang ilmu
geologi disebut dengan hydrogeologi.
Sedikit cerita sebelum kelahiran Nabi Muhammad, diawali
dengan kisah Istri dari Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang mencari air untuk
anaknya yang cerita. Sumur ini kemudian tidak banyak atau bahkan tidak ada ceritanya,
sehingga sumur ini dikabarkan hilang.
Sumur Zamzam yang sekarang ini kita lihat adalah sumur
yang digali oleh Abdul Muthalib kakeknya Nabi Muhammad. Sehingga saat ini, dari
“ilmu persumuran” maka sumur Zamzam termasuk kategori sumur gali (Dug Water
Well).
Sumur ini memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Hingga
kedalaman 13.5 meter teratas menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan
ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini berisi batu pasir
hasil transportasi dari lain tempat. Mungkin saja dahulu ada lembah yang
dialiri sungai yang saat ini sudah kering. Atau dapat pula merupakan dataran
rendah hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi
topografinya.
Mata air zamzam
Di bawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m)
lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah
yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zamzam.
Kedalaman 17 meter ke bawah selanjutnya, sumur ini
menembus lapisan batuan keras yang berupa batuan beku Diorit. Batuan beku jenis
ini (Diorit) memang agak jarang dijumpai di Indonesia atau di Jawa, tetapi
sangat banyak dijumpai di Jazirah Arab. Pada bagian atas batuan ini dijumpai
rekahan-rekahan yang juga memiliki kandungan air. Dulu ada yang menduga retakan
ini menuju laut Merah. Tetapi tidak ada (barangkali saja saya belum menemukan)
laporan geologi yang menunjukkan hal itu.
Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air
sebesar 11 – 18.5 liter/detik, hingga permenit dapat mencapai 660 liter/menit
atau 40 000 liter per jam. Celah-celah atau rekahan ini salah satu yang
mengeluarkan air cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang ke arah hajar
Aswad dengan panjang 75 cm dengan ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil
kearah Shaffa dan Marwa.
Keterangan geometris lainnya, celah sumur di bawah
tempat thawaf 1.56 m, kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari
bibir sumur = 4 m, kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur 17
m, dan diameter sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter.
Kota Makkah terletak di lembah, menurut SGS (Saudi
Geological Survey) luas cekungan yang mensuplai sebagai daerah tangkapan ini
seluas 60 Km2 saja, tentunya tidak terlampau luas sebagai sebuah cekungan
penadah hujan. Sumber air Sumur Zamzam terutama dari air hujan yang turun di
daerah sekitar Makkah.
Sumur ini secara hydrologi hanyalah sumur biasa sehingga
sangat memerlukan perawatan. Perawatan sumur ini termasuk menjaga kualitas
higienis air dan lingkungan sumur serta menjaga pasokan air supaya mampu
memenuhi kebutuhan para jamaah di Makkah. Pembukaan lahan untuk pemukiman di
seputar Makkah sangat ditata rapi untuk menghindari berkurangnya kapasitas
sumur ini.
Sumur Zamzam ini, sekali lagi dalam pandangan (ilmiah) hidrogeologi
, hanyalah seperti sumur gali biasa. Tidak terlalu istimewa dibanding
sumur-sumur gali lainnya. Namun karena sumur ini bermakna religi, maka perlu
dijaga. Banyak yang menaruh harapan pada air sumur ini karena sumur ini
dipercaya membawa berkah. Ada yang menyatakan sumur ini juga bisa kering kalau
tidak dijaga. Bahkan kalau kita tahu kisahnya sumur ini diketemukan kembali
oleh Abdul Muthalib (kakeknya Nabi Muhammad SAW) setelah hilang terkubur 4000
tahun (?).
Dahulu di atas sumur ini terdapat sebuah bangunan dengan
luas 8.3 m x 10.7 m = 88.8 m2. Antara tahun 1381-1388 H bangunan ini ditiadakan
untuk memperluas tempat thawaf. Sehingga tempat untuk meminum air zamzam
dipindahkan ke ruang bawah tanah. Di bawah tanah ini disediakan tempat minum
air Zamzam dengan sejumlah 350 kran air (220 kran untuk laki-laki dan 130 kran
untuk perempuan), ruang masuk laki perempuan-pun dipisahkan.
Monitoring dan pemeliharaan sumur Zamzam saat ini (inet)
Sekarang ini ruang bawah tanah tersebut juga sudah
ditutup untuk memberikan keluasan bagi jamaah haji dan umrah yang akan thawaf,
shalat atau berdoa. Tetapi kalau Anda jeli, ketika Thawaf, kita masih dapat
lihat tanda dimana sumur itu berada. Sumur itu terletak kira-kira 20 meter
sebelah timur dari Ka’bah.
Monitoring dan Pemeliharaan Sumur Zamzam
Jumlah jamaah ke Makkah tiga puluh tahun lalu hanya 400 000 pertahun (di tahun
1970-an), terus meningkat menjadi lebih dari sejuta jamaah pertahun di tahun
1990-an, Dan saat ini sudah lebih dari 2.2 juta. Tentunya diperlukan
pemeliharaan sumur ini yang merupakan salah satu keajaiban dan daya tarik
tersendiri bagi jamaah haji.
Pemerintah Saudi tentunya tidak dapat diam pasrah saja
membiarkan sumur ini dipelihara oleh Allah melalui proses alamiah. Namun
pemerintah Arab Saudi yang sudah modern saat ini secara ilmiah dan saintifik
membentuk sebuah badan khusus yang mengurusi sumur Zamzam ini. Sepertinya
memang Arab Saudi juga bukan sekadar percaya saja dengan menyerahkan ke Allah
sebagai penjaga, namun justru sangat meyakini manusialah yang harus memelihara
berkah sumur ini.
Pada tahun 1971 dilakukan penelitian (riset) hidrologi
oleh seorang ahli hidrologi dari Pakistan bernama Tariq Hussain and Moin Uddin
Ahmed. Hal ini dipicu oleh pernyataan seorang doktor di Mesir yang menyatakan
air Zamzam tercemar air limbah dan berbahaya untuk dikonsumsi. Tariq Hussain
(termasuk saya dari sisi hidrogeologi) juga meragukan spekulasi adanya rekahan
panjang yang menghubungkan laut merah dengan Sumur Zamzam, karena Makkah
terletak 75 Kilometer dari pinggir pantai. Menyangkut dugaan doktor Mesir ini,
tentu saja hasilnya menyangkal pernyataan seorang doktor dari Mesir tersebut,
tetapi ada hal yang lebih penting menurut saya yaitu penelitian Tariq Hussain
ini justru akhirnya memacu pemerintah Arab Saudi untuk memperhatikan Sumur
Zamzam secara modern. Saat ini banyak sekali gedung-gedung baru yang dibangun
di sekitar Masjidil Haram, juga banyak sekali terowongan dibangun di sekitar
Makkah, sehingga saat ini pembangunannya harus benar-benar dikontrol ketat
karena akan mempengaruhi kondisi hidrogeologi setempat.
Badan Riset sumur Zamzam yang berada di bawah
SGS (Saudi Geological Survey) bertugas untuk:
- Memonitor dan memelihara untuk menjaga jangan
sampai sumur ini kering.
- Menjaga urban di sekitar Wadi Ibrahim karena
mempengaruhi pengisian air.
- Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air
(recharge area).
- Memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga
kualitas melalui bangunan kontrol.
- Meng-upgrade pompa dan tangki-tangki penadah.
- Mengoptimasi supplai dan distribusi air Zamzam
Perkembangan Perawatan Sumur Zamzam.
Dahulu kala, zamzam diambil dengan gayung atau timba, namun kemudian
dibangunlah pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa ini menyalurkan air dari
sumur ke bak penampungan air, dan di antaranya juga ke kran-kran yang ada di
sekitar sumur zamzam.
Uji pompa (pumping test) telah dilakukan pada sumur ini,
pada pemompaan 8000 liters/detik selama lebih dari 24 jam memperlihatkan
permukaan air sumur dari 3.23 meters dibawah permukaan menjadi 12.72 meters dan
kemudian hingga 13.39 meters. Setelah itu pemompaan dihentikan permukaan air
ini kembali ke 3.9 meters di bawah permukaan sumur hanya dalam waktu 11 menit
setelah pompa dihentikan. Sehingga dipercaya dengan mudah bahwa akifer yang
mensuplai air ini berasal dari beberapa celah (rekahan) pada perbukitan di
sekitar Makkah.
Banyak hal yang sudah dikerjakan pemerintah Saudi untuk
memelihara Sumur ini antara lain dengan membentuk badan khusus pada tahun 1415
H (1994). dan saat ini telah membangun saluran untuk menyalurkan air Zamzam ke
tangki penampungan yang berkapasitas 15.000 m3, bersambung dengan tangki lain
di bagian atas Masjidil Haram guna melayani para pejalan kaki dan musafir.
Selain itu air Zamzam juga diangkut ke tempat-tempat lain menggunakan truk
tangki di antaranya ke Masjidil Nabawi di Madinah Al-Munawarrah.
Saat ini sumur ini dilengkapi juga dengan pompa listrik
yang tertanam di bawah (electric submersible pump). Kita hanya dapat melihat
foto-fotonya saja seperti di atas. Di sebelah kanan ini adalah drum hidrograf,
alat perekaman-perekaman ketinggian muka air sumur Zamzam (Old style drum
hydrograph used for recording levels in the Zamzam Well).
Kandungan Mineral
Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam in memang unik mengandung
elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral alamiah
(hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Elemen-elemen
kimiawi yang terkandung dalam air Zamzam dapat dikelompokkan menjadi
Yang pertama, positive ions seperti misal sodium (250 mg per liter), calcium
(200 mg per liter), potassium (20 mg per liter), dan magnesium (50 mg per
liter).
Kedua, negative ions misalnya sulphur (372 mg per liter), bicarbonates (366 mg
per liter), nitrat (273 mg per liter), phosphat (0.25 mg per liter) and ammonia
(6 mg per liter).
Molekul Air Zamzam (inet)
Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi inilah yang
menjadikan rasa dari air Zamzam sangat khas dan dipercaya dapat memberikan
khasiat khusus. Air yang sudah siap saji yang bertebaran di sekitar Masjidil
Haram dan Masjid Nabawi di Madinah merupakan air yang sudah diproses sehingga
sangat aman dan segar diminum, ada yang sudah didinginkan dan ada yang sejuk
(hangat). Namun konon prosesnya higienisasi ini tidak menggunakan proses
kimiawi untuk menghindari perubahan rasa dan kandungan air ini.
Pada tahun 1971, seorang doktor dari negeri Mesir
mengatakan kepada Press Eropa bahwa air Zamzam itu tidak sehat untuk diminum.
Asumsinya didasarkan bahwa kota Mekah itu ada di bawah garis permukaan laut.
Air Zamzam itu berasal dari air sisa buangan penduduk kota Mekah yang meresap,
kemudian mengendap terbawa bersama-sama air hujan dan keluar dari sumur Zamzam.
Masya Allah.
Tentu saja ini merupakan prasangka buruk yang merugikan
dunia Islam. Berita ini sampai ke telinga Raja Faisal yang amat marah
mendengarnya. Beliau lalu memerintahkan Menteri Pertanian dan Sumber Air untuk
menyelidiki masalah ini, dan mengirimkan sampel air Zamzam ke
Laboratorium-laboratorium di Eropa untuk dites.
Thariq Hussain, insinyur kimia yang bekerja di Instalasi
Pemurnian Air Laut untuk diminum, di Kota Jedah, mendapat tugas menyelidikinya.
Pada saat memulai tugasnya, Thariq belum punya gambaran, bagaimana sumur Zamzam
bisa menyimpan air yang begitu banyak seperti tak ada batasnya.
Hanya Sumur kecil
Ketika sampai di dalam sumur, Thariq amat tercengang
ketika menyaksikan bahwa ukuran “kolam” sumur itu hanya 18 x 14 feet saja
(Kira-kira 5 x 4 meter). Tak terbayang, bagaimana caranya sumur sekecil ini
bisa mengeluarkan jutaan galon air setiap musim hajinya. Dan itu berlangsung
sejak ribuan tahun yang lalu, sejak zaman Nabi Ibrahim AS.
Mata Air Zamzam (inet)
Tariq mulai mengukur kedalaman air sumur. Dia minta
asistennya masuk ke dalam air. Ternyata air sumur itu hanya mencapai sedikit di
atas bahu pembantunya yang tinggi tubuhnya 5 feet 8 inci. Lalu dia menyuruh
asistennya untuk memeriksa, apakah mungkin ada cerukan atau saluran pipa di
dalamnya. Setelah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, ternyata tak
ditemukan apapun!.
Dia berpikir, mungkin saja air sumur ini disupply dari
luar melalui saluran pompa berkekuatan besar. Bila seperti itu kejadian nya,
maka dia bisa melihat turun-naiknya permukaan air secara tiba-tiba. Tetapi
dugaan ini pun tak terbukti. Tak ditemukan gerakan air yang mencurigakan, juga
tak ditemukan ada alat yang bisa mendatangkan air dalam jumlah besar.
Selanjutnya Dia minta asistennya masuk lagi ke dalam
sumur. Lalu menyuruh berdiri, dan diam ditempat sambil mengamati sekelilingnya.
Perhatikan dengan sangat cermat, dan laporkan apa yang terjadi, sekecil apapun.
Setelah melakukan proses ini dengan cermat, asistennya tiba-tiba mengacungkan
kedua tanganya sambil berteriak: “Alhamdulillah, Saya temukan dia! Pasir halus
menari-nari di bawah telapak kakiku. Dan air itu keluar dari dasar sumur”.
Lalu asistennya diminta berputar mengelilingi sumur
ketika tiba saat pemompaan air (untuk dialirkan ke tempat pendistribusian air)
berlangsung. Dia merasakan bahwa air yang keluar dari dasar sumur sama besarnya
seperti sebelum periode pemompaan. Dan aliran air yang keluar, besarnya sama di
setiap titik, di semua area. Ini menyebabkan permukaan sumur itu relatif
stabil, tak ada guncangan yang besar.
Seusai pengamatan itu, Thariq mengirimkan sampel air ke
beberapa laboratorium di Eropa dan sebagian ke laboratorium di Saudi. Dan
sebelum meninggalkan Kakbah, dia berpesan kepada petugas di Mekah untuk
menyelidiki keadaan sumur lainnya di sekitar Kakbah.
Sesampainya di kantornya di Kota Jeddah, dia mendapat
laporan bahwa sumur-sumur lain di sekitar Mekah dalam keadaan kering. Jadi
hanya sumur Zamzam yang penuh air. Subhanallahu, jika Allah menghendaki, apapun
bisa terjadi.
Mengandung Zat Anti Kuman
Hasil penelitian sampel air di Eropa dan Saudi Arabia
menunjukkan bahwa Zamzam mengandung zat fluorida yang punya daya efektif
membunuh kuman, layaknya seperti sudah mengandung obat. Lalu perbedaan air
Zamzam dibandingkan dengan air sumur lain di kota Mekah dan Arab sekitarnya
adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam magnesium. Kandungan kedua mineral
itu sedikit lebih banyak pada air zamzam.
Itu mungkin sebabnya air zamzam membuat efek menyegarkan
bagi jamaah yang kelelahan. Tambahan lagi, hasil laboratorium Eropa menunjukkan
bahwa zamzam layak untuk diminum, sehat untuk diminum. Ini otomatis menjawab
prasangka buruk doktor di awal tulisan tadi.
Keistimewaan lain, komposisi dan rasa kandungan garamnya
selalu stabil, selalu sama dari sejak terbentuknya sumur ini. “Rasanya” selalu
terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu datang tiap tahun.
Tak pernah ada yang complain. Dan Air zamzam ini tak pernah dicampur bahan
kimia apapun seperti layaknya air PAM kita. Murni air sehat.
Satu kehebatan lagi, sumur air zamzam tak pernah ditumbuhi
lumut, padahal di seluruh dunia sumur itu selalu ditumbuhi lumut dan tumbuhan
mikro organisme.
Bisa Menyembuhkan Penyakit
Diriwayatkan dalam kitab Shahih Muslim bahwa Nabi
bertanya kepada Abu Dzarr, yang telah tinggal selama 30 hari siang malam di sekitar
Kakbah tanpa makan-minum, selain Zamzam. “Siapa yang telah memberimu makan?”
Jawab Abu Dzarr, “Saya tidak punya apa-apa kecuali air Zamzam ini, tapi saya
bisa gemuk dengan adanya gumpalan lemak di perutku” Abu Dzarr menjelaskan,
“Saya juga tidak merasa lelah atau lemah karena lapar, dan tak menjadi kurus”.
Tambah Abu Dzarr. Lalu Nabi saw menjelaskan: ”Sesungguhnya, Zamzam ini air yang
sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandung gizi”.
Nabi saw menambahkan: “Air zamzam bermanfaat untuk apa
saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar
sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan
maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau
meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu.
Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail”. (HR
Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).
Rasulullah saw pernah mengambil air zamzam dalam sebuah
kendi dan tempat air dari kulit, kemudian membawanya kembali ke Madinah. Air
zamzam itu digunakan Rasulullah saw untuk memerciki orang sakit dan kemudian
disuruh meminumnya. Itu sebabnya saat ini banyak jamaah yang membawa air zamzam
untuk diberikan kepada famili dan kerabatnya di Tanah air.
Yusria Abdel-Rahman Haraz dari negeri Arab, mengatakan
bahwa ia terserang penyakit “bisul” di matanya. Sakitnya bukan main, tak bisa
disembuhkan dengan obat. Dia hampir mendekati buta. Seorang dokter terkenal
menasehati dia untuk diinjeksi dengan obat khusus, yang mungkin bisa
menyembuhkan sakitnya. Tapi ternyata ada efek sampingan yang bisa membuat dia
buta selamanya.
Yusria sangat yakin akan kemurahan Allah. Dia lalu pergi
melaksanakan umrah dan memohon kepada Allah menyembuhkan penyakitnya. Di Baitullah
dia melakukan thawaf, yang saat itu tak terlalu padat dengan manusia. Dia lalu
bisa tinggal lebih lama di lokasi air zamzam. Dia manfaatkan untuk terus
membasuh kedua matanya yang sakit. Ketika dia kembali ke hotel, aneh, kedua
matanya yang sakit menjadi sembuh, dan bisulnya berangsur hilang.
Kejadian ini membuktikan ucapan Rasulullah saw di atas:
Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika
engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya.
Demikianlah beberapa khasiat air Zamzam. Manfaatkanlah
sebaik-baiknya keistimewaan Zamzam ini ketika kita meminumnya di Mekah waktu
ziarah nanti, atau ketika kita dihadiahi kerabat, teman kita, yang baru pulang
dari Tanah Suci. Dianjurkan membaca doa dulu sebelum meminumnya.
Dr. Masaru Emoto dan Air Zamzam
Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa
merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk. Semakin kuat
konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer
pesan tadi melalui molekul air yang lain.
Dr. Masaru Emoto (inet)
Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih
yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau
paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu
menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada
molekul air lain yang ada di tubuh si sakit.
Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5%
air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon
di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang
meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia.
Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan
pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa
kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk
kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan
tidak beringas!
Molekul Air Apakah Ini?
Di sebuah hotel di kota Kualalumpur, Malaysia, Dr.
Masaru Emoto dari Universitas Yokohama, Jepang, memaparkan hasil risetnya
mengenai air yang ditulisnya dalam buku “The True Power of Water.” Sejumlah
slide kristal molekul air dari berbagai sumber, seperti air dari mata air,
sungai, laut, telaga dsb. ditayangkan pada kesempatan itu.
Beberapa molekul air yang ditelitinya berbentuk tak
teratur, kecuali molekul air zamzam. Susunan molekul air zamzam berstruktur
sangat indah, teratur, cantik bak berlian yang berkilauan, dan memancarkan
lebih dari 12 warna jika dibekukan.
Di bawah ini adalah gambar molekul atau kristal AIR
ZAM-ZAM, rangkaian bentuk heksagonal-nya sangat indah, cemerlang berkilau dan
penuh warna ketika dibacakan ayat yang mulia.
Ada satu kristal air yang nampak paling indah dan
cantik, berbentuk seperti bunga atau cakra, bagaikan bertahta berlian mutu
manikam, berkilau-kilau memancarkan belasan warna. “Molekul air apakah ini?”
Tanya Masaru Emoto.
Suasana mendadak senyap, hadirin nampak terpana dan tak
tahu persis kristal molekul apa gerangan. Namun tiba-tiba seorang dosen dari
Universitas Malaysia mengacungkkan tangan, “mungkin itu adalah molekul air
Zamzam.” Katanya.
Dr. Masaru Emoto balik bertanya, “mengapa Anda
berpendapat bahwa itu adalah molekul air Zamzam?”
Kata dosen itu, “Sebab air Zamzam adalah air yang paling
mulia di dunia ini, jadi wajar kalau ia memiliki molekul berupa berlian yang
berpendar indah.”
Ternyata dugaan dosen itu benar. Itu memang air Zamzam.
Penelitian Dr. Masaru Emoto telah menunjukkan bahwa air Zamzam memiliki molekul
air paling cantik dan indah di antara air lainnya.
Dr. Masaru Emoto ilmuan Jepang sejak 1994 kesimpulan risetnya:
Air zamzam memiliki kemampuan penyembuhan yang luar
biasa, atas izin Allah.
Air zamzam memiliki struktur molekul air yang unik
bila dibandingkan air-air seluruh dunia. Air zamzam dalam bentuk kristal
menghasilkan struktur indah heksagonal (segi enam) yang cantik, indah, bak
kilau berlian yang memancarkan lebih dari 12 warna.
Kristal air zamzam bila diiringi hal-hal positif
(doa dan bacaan al Qur’an). Tapi kristal akan pecah tak beraturan, bila
diiringi hal-hal yang bersifat negative.
- Sifat kualitas positif molekul kristal karena
pengaruh lingkungan (haji, umrah, munajat doa, dan bacaan Al-Quran) di
sekitar Ka’bah tiap hari sepanjang masa.
Laboratorium Eropa oleh Tariq Hussain, insinyur kimia,
Peneliti Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum, Jedah, menyimpulkan:
- Air zamzam melalui proses penyaringan alamiah yang
sangat unik, yakni melalui bebatuan dan gurun pasir yang berlapis-lapis
- Kandungan mineral dan elemen lainnya dengan jumlah
fantastis, sekitar 2.000 miligram per liter, biasanya air mineral alamiah
(hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Di
antaranya, sodium (250), kalsium (200), potassium (20), magnesium (50)
sulfur (372), bicarbonate (366), nitrat (273), fosfat (0,25), clan ammonia
(6).
- Kadar Kalsium dan garam Magnesiumnya lebih tinggi
dibanding sumur lainnya, berkhasiat untuk menghilangkan rasa haus dan efek
penyembuhan.
- Kandungan zat fluorida yang berkhasiat memusnahkan
kuman-kuman tubuh manusia.
- Air Zamzam selalu bebas dari kontaminasi kuman,
karena lingkungan sumur terjaga alami
- Saat musim kemarau semua sumur di sekitar Mekah
kering, tapi sumur zamzam tetap berair, sepanjang zaman dan musim.
Faktanya rata-rata 50 juta liter air Zam-zam di ambil untuk jamaah haji
sedunia, tidak termasuk umrah di luar bulan haji.
- Sumber mata air sumur zamzam secara alami mengalir,
tanpa bantuan mesin/sedot pensuplai air. Saat dilakukan pencarian sumber
mata airnya, peneliti berkata “Alhamdulillah, Saya temukan dia! Pasir
halus menari-nari di bawah telapak kakiku. Dan air itu keluar dari dasar
sumur”.
- Sumur air zamzam tak pernah ditumbuhi lumut maupun
mikroorganisme, beda dengan sumur umumnya di seluruh dunia, sehingga
ke-steril-an air zamzam tetap terjaga.
- Permukaan air yang keluar dari dasar sumur sama
besarnya sebelum pemompaan/pengambilan air. Dan aliran air yang keluar,
besarnya sama di setiap titik, di semua area. Ini menyebabkan permukaan
sumur itu relatif stabil.
- Komposisi dan rasa kandungan garamnya selalu
stabil, selalu sama dari sejak terbentuknya sumur ini. “Rasanya” selalu
terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu datang tiap
tahun. Tak pernah ada yang complain.
- Air zamzam ini tak pernah dicampur bahan kimia
apapun
- Dalam bukunya The True Power of Water yang laku
keras di Jepang dan Amerika tersurat bagaimana air zamzam memiliki
kekuatan penyembuhan yang luar biasa.
Terakhir
- Penelitian oleh sarjana anti Islam, yang bertujuan
merendahkan martabat air zamzam, selalu gagal.
- Sampel riset tersebut dari kalangan Islam maupun
non Islam, hasilnya sama, sebuah mukjizat
- Hasil foto satelit/NASA menyimpulkan sumur zamzam
ternyata terhubungkan dengan Laut Merah atau Laut Mati yang bersatu menuju
satu titik di bawah Kakbah
- Sumur air zamzam adalah sumur abadi yang telah
berumur lebih dari 4.000 tahun peninggalan nabi Ibrahim.
- Penelitian di atas sesuai dengan isi Al-Quran,
Hadits maupun pengalaman:
“Sebaik-baik air di permukaan bumi adalah air zamzam.
Padanya ada makanan yang menyegarkan dan penawar bagi segala penyakit”.
(Hadits)
“Air Zamzam, tergantung niat orang yang meminumnya.”
(Hadits Shahih kitab Irwa-ul Ghalil).
“Air Zamzam sesuai dengan niat ketika meminumnya. Bila
engkau meminumnya untuk obat, semoga Allah menyembuhkanmu. Bila engkau
meminumnya untuk menghilangkan dahaga, semoga Allah menghilangkannya…” (Hadits
hasan li ghairihi. Kitab Shahih Targhib wa Tarhib)
“Selama 30 hari, aku (Abu Dzar Al-Ghifari) tidak
mempunyai makanan kecuali air Zamzam. Aku menjadi gemuk dan lemak perutku
menjadi sirna. Aku tidak mendapatkan dalam hatiku kelemahan lapar.” (HR Muslim)
“Sesungguhnya demam adalah dari panas Neraka Jahanam,
maka dinginkanlah/kompres dengan air atau air Zamzam” (HR Bukhari)
Demikianlah ulasan tentang sumur Zamzam, semoga
bermanfaat. (USB/MINA/MAS)