Jumat, 31 Oktober 2014

Shalat pada usia dini



Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (QS Thaha 20: 132)

Dari Abu Hurairah r.a. Yang mendengan Rasulullah bersabda, “Ajarkanlah anak-anak kalian shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Pukullah mereka jika enggan mengerjakannya pada usia 10 tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka” (HR Al-Haitsami)

Jika seseorang melatih dan melemaskan bagian bawah dari tulang punggung semenjak dini hingga dewasa, maka kecil kemungkinan merasakan sakit yang teramat sangat pada bagian bawah tulang punggung dan terhindar dari pergeseran tulang rawan pada bagian tersebut.

Dilakukan penelitian lapangan kepada 188 relawan dewasa yang mengeluh sakit pada bagian bawah punggung atau encok pada bagian pangkal paha yang disertai rasa sakit yang teramat sangat. Hasilnya adalah :
Hanya 2,6% saja yang melaksanakan shalat sebelum 10 tahun & 70% lebih merupakan orang yang tidak melaksanakan shalat.
(Informasi di atas diambil dari artikel Simposium anak-anak International II, Dhoha, April 2000 & simposium Pembedahan Punggung International, Ankara, 4-6 Sept 2002 yang dihadiri oleh dokter spesialis tulang punggung international & diterbitkan dalam jurnal di Eropa)

Gerakan shalat seperti rukuk, merangsang perenggangan jaringan ikat penguat sendi dan tulang rawan. Jika dilakukan saat usia dini maka telah menjaga kelenturan jaringan tersebut dan mencegah kekakuan yang akan terjadi ketika dewasa dan menghindari terjadinya sobekan pada otot tersebut.

Di sisi lain kita mengetahui bahwa, jaringan ikat penguat sendi yang elastis, akan mampu melakukan sesuatu yang berat

Keistimewaan Unta

Allah Swt menciptakan setiap makhluknya dengan pertimbangan sangat sempurna, agar mereka bisa bertahan hidup di tempat mereka seharusnya berada. Setiap makhluk diciptakan dengan berbagai kelebihannya untuk saling melengkapi satu sama lain. Salah satu makhluk ciptaan Allah yang luar biasa adalah unta.
 
Ya, hewan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Arab ini, diciptakan Allah dengan keistimewaan luar biasa. Kelebihan unta tersebut diantaranya:
  • Unta memiliki satu atau dua punuk untuk menyimpan lemak. Satu punuknya mampu menyimpan lemak sampai 36 kg dan ketika dibutuhkan punuk tersebut akan mengeluarkan lemak energi dan air yang dibutuhkan, dan karena itulah unta mampu melakukan perjalanan yang sangat panjang dan  berjalan pada jarak 161 km tanpa minum air!
  • Memiliki kulit tebal yang bekerja menolak cahaya panas matahari yang keluar dari panas gurun pasir sehingga mampu bertahan pada kondisi gurun yang keras dan berakibat pada terbunuhnya sebagian besar hewan lainnya.
  • Dapat berjalan di padang gurun dalam kondisi apapun: berdebu, badai maupun panas menyengat
  • Mampu beradaptasi pada suhu sangat panas hingga 70 derajat Celcius pada siang hari dan suhu ekstrim dingin pada malam hari hingga 40 derajat di bawah nol.  Karena itu, unta jarang berkeringat
  • Unta memiliki ginjal dan usus yang berfungsi efisien menampung air dalam tubuhnya sehingga mampu menahan haus lebih dari satu bulan.
  • Jika haus, unta mampu meminum air sebanyak 135 liter dalam waktu 13 menit!
  • Unta dapat minum air segar dan air garam!
  • Menurut para ilmuwan, hidung unta dirancang dengan bentuk khusus untuk terus bekerja menjaga uap air pada saat bernapas, sehingga sedikit sekali kehilangan air
  • Leher dan kaki yang panjang kaki berfungsi menjaga tubuhnya dari  pasir dan panas,
  • Unta memiliki bibir dan mulut besar, bergerigi padat dan kuat sehingga ia bisa mengkonsumsi tanaman gurun yang berduri dan kering
  • Kaki-kaki yang besar dan tebal serta cross-sectional membuatnya tidak mudah terperosok ke padang pasir meskipun badannya berat dan membawa beban yang sangat berat.
  • Unta memiliki alis berderet dan panjang, pada setiap matanya, memiliki telinga yang panjang, serta hidung yang menutup rapat sehingga tidak pernah merasakan akibat pasir gurun.
Inilah keistimewaan unta yang  mengajak kita untuk merenungkan firman Allah:
Maka Apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, dan langit, bagaimana ia ditinggikan? dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? dan bumi bagaimana ia dihamparkan? Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. (Al-Ghaasyiyah:17-21)

Masih banyak ciptaan Allah lainnya yang memiliki keistimewaan, termasuk kita, manusia. Keistimewaan-keistimewaan itu bisa kita temukan di Al Quran. Caranya tiada lain dengan membacanya. Karena itu, Sahabat, mari jadikan Al Quran sebagai jendela untuk membuka cakrawala kita mengenai segala keistimewaan ciptaan Allah Swt. 

(roni ramdan/ dari berbagai sumber)

Keajaiban penciptaan burung

Sering kali kita lihat burung-burung terbang dengan bebasnya diudara,begitu indah kita melihatnya namun coba sekali-kali kita fikirkan bagaimana burung bisa melakukan hal tersebut ! 


Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.(QS.Al-Mulk 67 :19) 

Hal ini tidak terlepas dari disain teknik yang sungguh luar biasa sempurna tanpa cacat pada sayapnya sebagai perangkat penerbangan yang sempurna sesuai dengan keperluan burung masing-masing.Sayap burung disebut juga sebagai sayap tangan karena seluruh bagiannya berfungsi membentuk sayap lengkap dengan sisitem pengendalian gerak sayap sebagai pembangkit gaya angkat maupun sebgai sistem propulsi pembangkit gaya dorong.Struktur otot,tulang persendian dan bulu-bulu berfungsi secara aditif mengubah bentuk penampang dan permukaan sayap sesuai dengan kondisi dan konfigurasi terbang.Sebagai mesin terbang hayati,burung merupakan sistem yang sangat terintegrasi,tulang-tulangnya yang berongga dan kuat memenuhi persyaratan struktur ringan,kantong-kantong udara didalam rongga tulang dengan bulu-bulu pada sayap dan badan berfungsi secara sempurna sebagai sistem respiratory dan mengatur dissipasi panas secara seimbangTubuhnya di disain seringan mungkin dengan bentuk sayap yang sangat aerodinamis.Begitu pula dengan kekuatan struktur pada pada sayapnya yang sangat luar biasa yang mampu mengepakkan sayapnya sesering mungkin.Tulang pada burung tidak keras dan padat tapi berongga,didalam rongga tersebut terdapat batang-batang penompang kecil yang melintang didalamnya menjadikan rangkanya sangat kokoh,setiap helai bulu terdiri dari ribuan bulu-bulu kecil,semua tertata secara diagonal,bulu-bulu kecil terhubungkan satu sama lain dengan pengait kecil sehingga tercipta permukaan ringan dan sangat halus

Biomekanika gerak kepak sayap pada burung

Kepakan sayap pada burung berfungsi ganda yaitu sebagai pembangkit gaya angkat dan sekaligus pembangkit gaya dorongGerakan sayap pada saat terbang menurut siklus lintasan dengan pola yang sangat komplex,membentuk gerakan ke bawah,kedepan keatas dan kebelakang debgan bentuk lintasan ellips angka delapan atau bentuklintasan tertutup lainnyaEnergi yang dibutuhkan dalam gerak kepak sayap,kecepatan kepakan sayap serta pengaturan pembuangan panas akibat gerak kepakan sayapyang berulang memerlukan adanya suatu sistem biomekanik yang amat komplex dan canggih

Gejala terbangkitnya gaya angkat pada sayap burung

Udara yang mengalir dipermukaan atas sayap burung menjadi lebih tipis (kerapatannya berkurang) dari udara biasanya sehingga tekanan diatas sayap burung juga menjadi lebih rendah,namun pada permukaan bawah sayap terjadi sebaliknya bahwa udara menebal (kerapatannya meningkat) dari udara biasanya dan tekanannya pun menjadi meningkat.Kedua hal tersebut mengakibatkan kecepatan pada permukaan atas sayap menjadi lebih cepat dan pada permukaan bawah sayap menjadi semakin lambatOlehkarena itu akan tebangkitkan gaya angkat pada sayap burung

Mekanisme pembangkitan gaya angkat dan gaya dorong sayap burung

Pada saat sayap burung dikepakkan,defleksi kepakan semakin besar pada daerah tepi sayap sehingga sudut serang pada daerah ii semakin besar,akibat gaya angkat yang dihasilkan oleh penampang sayap akan semakin miring ke depan dengan semakin dekatnya penampang tersebut ke tepi sayap,akibatnya daerah sayap dekat badan burung akan berkontribusi lebih banyak sebagai pembangkit gaya angkat,sedangkan daerah sayap dekat tepi lebih berkontribusi sebagai pembangkit gaya dorongDalam menbangkitkan gaya angkat dan gaya dorong kepak sayap burung melakukan gerakan down stroke (kepak ke bawah) dan up stroke (kepak ke atas)Gerak down stroke dilakukan dengan waktu yang lebih lama dan sudut serang pada penampang sayap lebih besar pada saat up stroke.

Nah setelah anda membaca seputar tentang burung yakni satu dari begitu banyaknya ciptaan Allah SWT,mari kita sejenak renungkan

Siapakah pemilik disain yang sungguh luar biasa sempurna pada burung-burung tersebut?
Hasil kerja siapakah bentuk struktur tubuh dan sayap serta keahlian burung yang jauh lebih sempurna dari pesawat buatan manusia ?

Tak mungkin ini terjadi atas kehendak burung itu sendiriMereka (burung)tidak mengetahui tentang disain,struktur dan aerodinamikMereka datang kedunia sebagai anak burung yang tidak mengerti apapun Bahkan bila ia menginginkan sekalipun ,mereka tidak akan mampu membuat sayapnya yang lain,sebab mereka telah diberi sayap yang paling sesuai untuk beragam keperluan merekaTidaklah masuk akal untuk menganggap disain ini sebagai hasil peristiwa kebetulan sajaIni bukan kehendak alam,bukan pula kemauan burung atau bukan kebetulan semata.ini sebagai bukti dari milyaran ilmu dan hikmah Allah SWT yang tidak terbatas Tidak diragukan lagi segala disain tanpa cacat pada tubuh burung adalah karya Sang Maha Pencipta yang menciptakanInilah kesempurnaan dan seni penciptaaan oleh Allah SWT 

Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam.Dan bagi-Nyalah keagungan di langit dan bumi, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(QS.Al-Jaatsiyah 45 : 36-37)

Laba-laba yang rapuh

Kali ini, marilah kita kutip surah Q.S. Al Ankabut [29]: 41: Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain dari Allah adalah seperti laba-laba mendirikan rumah. Dan sesungguhnya rumah-rumah yang paling rapuh ialah rumah laba-laba, kalau mereka mengetahui. 

Coba kita kutip ayat berikutnya: Dan perumpamaan-perumpamaan ini kami berikan kepada manusia. Dan hanya orang-orang yang berilmu yang mengetahui. (Q.S. Al Ankabut [29]: 43).

Iseng-iseng, cobalah dekatkan jari tangan ke salah satu benang pembentuk sarang laba-laba. Lalu cobalah untuk memutuskan benangnya. Benang tipis itu tidak akan putus, tapi justru membelit jari tangankita. Kekuatan benang itu baru terlihat manakala ada lalat atau serangga yang terbang hendak menerjangnya. Meski kecil, kecepatan terbang serangga itu tak bisa dibilang lambat. Namun, loloskah serangga itu? Bisa dijamin lalat atau serangga itu tak akan lolos dari jerat sarang laba-laba. Padahal, kalau dihitung dengan rumus momentum, beban yang diterima sarang itu pastilah tidak kecil.

Hampir semua orang teknik sipil mengetahui bahwa tegangan leleh baja mutu tinggi, seperti St/Bj. 44 dan St/Bj. 52 mempunyai tegangan leleh 280 Mpa/2.800 kg/cm2 dan 360 Mpa/3.600 kg/cm2 itu mempunyai kekuatan yang luar biasa besarnya. Bandingkan hasil penemuan ini! Para ilmuwan sudah mengakui kekuatan jaring laba-laba. Benangnya lima kali lebih kuat dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Benang laba-laba memiliki gaya tegangan 15.000 kg/cm2. Jika ada seutas tali berdiameter 30 cm terbuat dari benang laba-laba, maka ia akan mampu menahan beban 150 mobil!

Dalam Tafsir Ad-Durul Mantsur karya Jalaluddin as-Suyuti memuat hadist mursal Abu Daud yang berasal dari Yazid bin Martsad tentang Sabda Rasulullah S.A.W. yang menyebutkan bahwa laba-laba adalah setan yang harus dibunuh bila mendapatinya. Lho, bukankah laba-laba yang justru berjasa membuat sarang menutupi pintu gua, melindungi Rasulullah S.A.W. bersama abu bakar sewaktu bersembunyi din Gua Tsur ketika hijrah? Tafsiran seperti itu tentu membuat penasaran. Harus ada sesuatu yang penting dari laba-laba.

Jadi, jaring laba-laba sama sekali tidak lemah dan bukan tidak berguna. Lantas, mengapa ayat Al Qur’an menyebutnya lemah? Firman Allah S.W.T tidak mungiin keliru. Tafsirnya yang perlu lebih disempurnakan lagi. Perhatikan ayat di atas baik-baik. Ternyata yang disebut lemah adalah rumahnya laba-laba “baitul ankabut”. Bukan jaring laba-laba “nusjatul ankabut” atau “spider web”. Laba-lba adalah karnivora, pamakan daging, yang membuat jaring jebakan, lalu bersarang di balik daun-daunan, di sudut tembok, di balik lemari. Di sana mereka menunggu mangsa yang terperangkap di jaring yang amat kuat itu, baru mendekat untuk membunuh dan menyeretnya untuk dimakan.

 Menurut H. Bambang Pranggono, MBA, IAI dari ITB, rumah (sarang) tempat diam dan bertelur laba-laba inilah yang mungkin bersifat lemah, jenis kelemahaanya belum terungkap, jadi harus diteliti oleh ilmuan muslim, setelah kekuatan jaring laba-laba ditemukan oleh ilmuan non muslim. Dengan begitu, Al Qur’an kita tempatkan pada fungsinya yang mulia, sebagai pedoman di segala sektor kehidupan, termasuk isyarat di bidang penelitian sains dan teknologi. Bukan hanya berisi anjuran beramai-ramai membunuh laba-laba.  
Wallahu a’lam.

Jaring laba-laba terbukti lebih ringan dan lebih kuat daripada baja  
Kekuatannya ternyata masih dapat dilipatgandakan dengan meyisipkan partikel-partikel logam tertentu. Seung-Mo Lee dari Max Planck Institute of Microstucture Physics di Halle, Jerman berhasil meningkatkan kekuatan jaring laba-laba hingga dua kali lipat. Satu helai jaring laba-laba yang telah direkayasa sanggup mengangkat beban seberat 27,5 gram. Ia dan timnya menemukan bahwa hal tersebut dapat dilakukan dengan menyisipkan partikel seng, titanium, atau aluminium. Lee juga tengah menguji coba pengaruh partikel logam lainnya. Teknik tersebut disebut atomic layer deposition. Mereka tidak hanya melapisi bagian luar jaring laba-laba dengan partikel-partikel logam tersebut namun juga menyisipkan ion logam ke dalamnya sehingga bereaksi dengan struktur protein jaring laba-laba.

Ide tersebut terinspirasi penelitian yang menunjukkan bahwa bagain-bagain tubuh hewan yang keras ternyata mengandung unsur logam. Misalnya, rahang semut pemotong daun yang mengandung seng berkadar tinggi. Kekuatan jaring laba-laba telah membuat takjub para ilmuwan sejak lama. Namun, untuk membuatnya dalam jumlah besar sulit dilakukan secara alami mengingat laba-laba yang hidup dalam pemeliharaan seringkali cenderung kanibal. Sebagai solusinya, para ilmuwan masih berupaya mencari cara alternatif meniru pembuatan jaring laba-laba artifisial.

Dalam Jurnal Ilmiah Science edisi 5 Jnuari 1996, ilmuan Jelinski dan koleganya dari Cornell University, Ithhaca, New York, mengungkap sebagian rahasia laba-laba. Dalam penelitiannya di laboratorium, ditemukan bahwa jaring laba-laba yang diproduksi dari tubuh binatang itu sendiri, terbuat dari molekul-molekul berbentuk serat, yang tersusun dari residu asam amino glisin 42%, alanin 25%, dan 33% sisanya glutamin, serin, dan triosin. Analisis Resonansi Magnetik serat terhadap jaring laba-laba yang mengandung 40% alanin menunjukkan suatu struktur yang terorganisir sangat rapi seperti kristal. Jaring laba-laba ternyata tahan air dan memiliki kekuatan 5 kali lebih besar dari baja dengan ukuran yang sama, dan 2 kali lebih lentur daripada serat nilon.  
 
Subhanallah.

Keajaiban Semut

Maka apakah ilmu pengetahuan (modern) menemukan/mengungkapkan sesuatu yang dapat membuktikan akurasi teks Al-Qur’an? Maka marilah kira baca artikel berikut…. 
 
Semut berbicara 
Para ilmuwan setelah melakukan penelitian panjang terhadap dunia semut membuktikan (menetapkan) bahwa semut adalah serangga yang paling terorganisir, dan mereka memiliki sarana untuk berkomunikasi jarak jauh. Hal itu dilakukan melalui sekresi (pengeluaran) bahan (zat) khusus yang aromanya tersebar di setiap penjuru, dan bisa dibedakan oleh semut-semut lain dan dipahami oleh mereka.

Oleh sebab itu al-Qur’an telah mengabarkan kepada kita tentang fakta ilmiah yang tidak seorang pun meyakininya hingga beberapa waktu dekat ini, yaitu fakta saling komunikasi dan berbicara dalam dunia semut. 
 
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam kisah Nabi Sulaiman 'alaihissalam ketika ia pergi bersama tentaranya, dan saat mereka lewat di dekat lembah semut:
“ Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut:”Hai semut semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak (memecahkan/meremukkan tubuhmu) oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (QS. An-Naml: 18) 
 
Semut Betina, Dialah Yang Memperingatkan Adanya Bahaya 
Subhanallahu! Dari fakta-fakta ilmiah yang telah terbukti, dan yang tidak seorang pun memiliki pengetahuan tentangnya pada zaman turunnya wahyu Al-Qur’an, bahwasanya semut betina dialah yang bertugas (bertanggung jawab) membela dan melindungi anggota koloni-nya dari setiap bahaya yang datang secara tiba-tiba

(Koloni: Kawanan binatang yang tinggal di suatu daerah, hidup sangat berdekatan dan saling berhubungan satu dengan yang lain).

Dan hal itu dengan cara mengeluarkan sinyal-sinyal ke seluruh anggota koloni agar waspada terhadap bahaya yang datang. 
 
Dan ini adalah apa yang diberitahukan oleh Al-Qur’an kepada kita, dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“ Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut:”Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak (memecahkan tubuhmu) oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (QS. An-Naml: 18) 
 
Maka mari perhatikan bersama kami, bagaimana datang peringatan dari mulut (semut) betina. Maka, siapakah pada waktu itu yang tahu bahwasanya semut betina-lah yang bertanggung jawab melindungi (mempertahankan) koloni? 
 
Para ilmuwan telah membuktikan (menetapkan) bahwa semut berbicara dengan bahasa mereka sendiri, dan terbukti juga bahwa semut betina dialah yang memberikan peringatan terhadap setiap bahaya yang akan datang, dan tidak ada peran sedikitpun dari semut jantan di dalamnya. 
 
Oleh sebab itu, bentuk ungkapan dalam Al-Qur’an datang dalam bentuk mu’annats (wanita):

Ù‚َالَتْ Ù†َÙ…ْÙ„َØ©ٌ ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا النَّÙ…ْÙ„ُ ادْØ®ُÙ„ُوا Ù…َسَاكِÙ†َÙƒُÙ…ْ …) [النمل: 18] 
 
Kata Ù‚َالَتْ adalah kata kerja untuk mu’annats, sedangkan mudzakkar-nya (laki-laki/jantan) adalah  Ù‚َالَ (tanpa huruf Ta’) 
 
Tubuh Semut Pecah/Remuk 
Pada zaman turunya Al-Qur’an, tidak seorang pun yang memiliki kemampuan untuk mempelajari struktur tubuh semut, atau mengetahui informasi apapun tentangnya.

Akan tetapi setelah dilakukan banyak penelitian dan kajian, para ilmuwan bisa memastikan bahwa kerangka lura tubuh semut sangat keras dan disebut exoskeleton.

Oleh karena itu, semut ketika terkena tekanan apapun, mereka pecah. Dan oleh sebab itu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman menceritakan ucapan semut:

…Ù„َا ÙŠَØ­ْØ·ِÙ…َÙ†َّÙƒُÙ…ْ سُÙ„َÙŠْÙ…َانُ ÙˆَجُÙ†ُودُÙ‡ُ …) [النمل: 18] 
 
“ ….Agar kamu tidak diinjak (memecahkan/meremukkan tubuhmu) oleh Sulaiman dan tentaranya, ….” (QS. An-Naml: 18) 
 
Dan pada kesimpulannya, bahwasanya penggunaan kata (ÙŠَØ­ْØ·ِÙ…َÙ†َّÙƒُÙ…ْ) sangat tepat (akurat) sekali dari sisi ilmiah. Subhanallahu. 
 
Para ilmuwan telah menemukan bahwa tubuh semut dilapisi sebuah lapisan yang sangat keras yang bisa pecah, maksudnya tidak memiliki fleksibilitas yang membuatnya membungkuk, misalnya, akan tetapi ia pecah seperti kaca.

Oleh sebab itu datang penjelasan Ilahi untuk mengungkapkan tentang fakta ini, dengan kata ÙŠØ­Ø·Ù…نكم  (jangan sampai dia memecahkan/meremukan), bukankah ini adalah mukjizat Qurani?

Mengapa Rasulullah Sangat Sayang Terhadap Kucing

NABI Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.
 
Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali. Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan. Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).

Nabi menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

Keistimewaan Kucing Fakta Ilmiah 1 :  
Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia. Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Fakta Ilmiah 2 : 
Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.  
Hasil yang didapatkan adalah: – Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang. – Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut. – Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman. – Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan. – Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam. – Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Komentar Para Dokter Peneliti
- Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. – Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit. – Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing, – Manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia. – Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme. – Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll) – Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air. – Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Fakta Ilmiah 3 : 
Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih daripada manusia.

Fakta Ilmiah Tambahan : 
Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.

Sisa makanan kucing hukumnya suci. 
Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.

Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.

Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.
Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).

Hadis ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, Liurnya bersih dan membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia. Mungkin ini pula-lah mengapa Rasulullah SAW sangat sayang kepada Muezza, Kucing kesayangannya. 

[fzl/islampos/berbagaisumber]

Rahasia Susu Unta

Manusia telah mengenal unta sejak 3000 tahun sebelum masehi. Mereka menggunakan unta sebagai alat transportasi manusia dan angkutan barang. Di samping itu, unta juga dijadikan sumber gizi dengan meminum susunya dan memakan dagingnya. 
 
Jenis unta di seluruh dunia ada dua. Pertama, unta yang memiliki satu punuk, populasinya menyebar di sepanjang padang pasir jazirah Arab, Afrika dan Asia. Kedua, unta yang memiliki dua punuk, yang bisa ditemukan di puncak gunung Himalaya, India dan beberapa tempat lain.

Susu unta dianggap sebagai sumber gizi utama di padang pasir, bahkan dianggap sebagai susu yang paling bagus. Cita rasa susu unta cukup beragam. Ada yang manis, tawar dan asin, padahal makanan yang dikonsumsi oleh unta adalah apa yang diberikan oleh pemiliknya.

Kandungan susu unta
Kandungan susu unta bertingkat-tingkat tergantung pada frekuensi perahan, usia unta, jumlah anak, jumlah dan jenis makanan yang diberikan dan jumlah air yang diminumnya. Susu unta dianggap sebagai susu dengan zat alkali (zat kimia yang menetralisir asam) yang tinggi, tetapi cepat berubah menjadi asam jika dibiarkan beberapa saat.

Kandungan lemaknya tidak terlalu tinggi, lebih rendah dibandingkan dengan kandungan lemak pada susu kerbau. Lemak pada susu unta bersatu dengan protein, sehingga susah untuk dipisahkan dengan cara biasa seperti yang dilakukan terhadap susu yang lain. Susu unta memiliki lebih besar susunan zat asam lemak yang mudah mengembang, terutama linolenic dan berbagai zat asam lemak yang sangat vital untuk gizi manusia, khususnya mereka yang berpenyakit jantung. Di samping itu, kadar kolesterol pada susu unta lebih rendah dibandingkan dengan susu sapi sehingga membuat susu unta mudah dikonsumsi.

Susu unta juga mengandung vitamin C dengan kadar tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan susu sapi. Kadar ini akan terus bertambah jika unta diberi pakan rumput yang kaya vitamin. Vitamin B1 dan B2 susu unta tersedia lebih banyak dibandingkan dengan susu domba. Begitu pula dengan vitamin A dan karotin yang cukup tersedia.

Penggunaan Susu Unta
Bangsa Arab tradisional menggunakan susu unta untuk mengobati berbagai penyakit seperti cacar, luka, sakit gigi, gangguan pencernaan dan keracunan. Menurut mereka, susu unta yang paling bagus untuk dijadikan obat adalah susu yang keluar setelah empat puluh hari melahirkan. Yang paling baik adalah yang berwarna putih pekat, harum baunya, lezat rasanya, rasa manis yang sedang, lemak seimbang, tidak terlalu kental, diperah dari unta sehat, berbadan seimbang, diberi pakan dan minuman yang baik. Orang Arab menjadikan susu unta sebagai obat. Susu unta yang baik menumbuhkan darah yang baik, menyuburkan tubuh yang kurus, memberikan efek tenang, menghilangkan rasa waswas, ragu dan penyakit risau.

Jika susu unta diminum dengan madu, maka susu ini bisa membersihkan kotoran perut yang bercampur dengan sisa makanan. Jika dicampur gula, maka ia bisa mengkilatkan dan memperindah warna kulit, menyembuhkan penyakit sesak, paru-paru dan TBC. Susu unta bisa memperhalus, memperlancar, dan membuka sesuatu yang tertutup pada sistem pencernaan serta bagus untuk menghilangkan rasa haus.

Sekelompok dokter yang membahas kelebihan susu unta menyimpulkan, jumlah kandungan yang ada pada susu unta mirip dengan jumlah kandungan susu ibu, lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kandungan susu sapi. Susu unta tidak banyak mengandung laktosa, gula dan lemak. Kandungan susu unta sesuai dengan kebutuhan bayi yang tidak menyusu kepada ibunya, dan kaya protein dan zat imun yang cocok untuk mereka yang tidak lancar saluran pencernaannya.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di tahun 2005 menemukan bahwa susu unta mengandung zat antibodi nano yang berguna sekali untuk mengobati penyakit radang pencernaan, kanker usus besar, rheumatoid, bahkan penyakit alzheimer. Zat antibodi mampu mengurangi kanker atau tumor dengan cara zat antibodi tersebut menempel pada dinding otot kanker lalu menekan pertumbuhan sel kanker.

Kemukjizatan Hadist Nabi terkait Susu Unta
Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas r.a. bahwa suatu kaum dari Urainah mengahadp Rasulullah Saw. Mereka berkata kepada Nabi, “Kami mengalami masalah di madinah. Perut kami kembung dan anggota badan kami terluka.” Lalu, Rasulullah Saw memerintahkan mereka untuk mencari peternak unta. Lalu mereka meminum susu unta sehingga perutnya sembuh dan kulitnya membaik.

Itulah berbagai khasiat susu unta yang dikeluarkan oleh Allah Swt dari saripati antara kotoran dan darah menjadi susu yang bersih, nikmat diminum, dan kaya akan protein yang bisa menyembuhkan tentunya dengan izin Allah. “Apakah mereka tidak melihat kepada unta, bagaimana ia diciptakan” (QS 88:17)

Wudhu = Psikoterapi

Wudhu merupakan salah satu syarat diterimanya shalat. Dengan wudhu yang sempurna, kita telah bersuci dari hadas kecil. Wudhu dapat menjadi pelebur tiap dosa yang dilakukan seseorang, sehingga kita dianjurkan untuk teliti dan tidak lalai dalam berwudhu, seperti yang telah dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW, “Ketika seorang Muslim sedang berwudhu dan membasuh wajah, maka keluarlah tiap dosa yang dibuat oleh kedua matanya dari wajahnya bersama air tetesan air yang jatuh”. 
 
Disini tidak akan dibahas bagaimana tata cara wudhu yang benar, karena secara umum umat muslim sudah mengetahuinya. Namun, disini akan dibahas mengenai manfaat wudhu sebagai psikoterapi.

Wudhu memiliki dampak fisiologis terhadapt tubuh dimana tubuh akan lebih rileks dengan berwudhu. Hal ini terbukti bahwa dibasuhnya tubuh dengan air sebanyak 5 kali sehari akan membantu dalam mengistirahatkan organ-organ tubuh dan meredakan ketegangan fisik, juga menetralkan kondisi psikologis yang tidak stabil.

Terkait dengan efek psikologisnya, Rasulullah telah menjelaskan dengan sabdanya, “Marah itu sebagian dari perilaku setan dan setan itu tercipta dari api. Api akan padam dengan air, bila kalian marah maka berwudhulah!”.

Dalam dunia kedokteran, terapi air telah lama dikenal. Simon Baruch (1840-1921) seorang dokter dari Amerika telah menciptakan sebuah teori yang dikenal dengan hukum Baruch. Teori ini menjelaskan bahwa air memiliki daya penenang jika suhu air sama dengan suhu kulit. Sedangkan bila suhu air lebih tinggi atau rendah, maka ia akan memberi efek stimulasi atau merangsang saraf. Hidroterapi atau pengobatan dengan air memiliki beberapa manfaat dan efek, yaitu :
  • Berendam atau menyeka tubuh dengan air dingin akan memberikan efek mendinginkan dan merangsang saraf tubuh. Karena air dingin akan mengerutkan kapiler
  • Berendam atau menyeka tubuh dengan air hangat akan melemaskan seluruh otot tubuh
  • Menyeka dengan air dingin dan air hangat secara bergantian akan merangsang sistem kardiovaskular
  • Mandi air hangat akan melemaskan jaringan dan berefek pada kapiler-kapiler di kulit. Hal ini karena banyak darah dari jaringan yang akan ditarik ke kulit. Di samping itu, air hangat juga dapat mengurangi rasa nyeri
  • Berendam dan mandi air hangat dalam waktu pendek dapat menghilangkan rasa lelah dan ketegangan
  • Mandi dan menyeka dengan air dingin atau air hangat akan menjinakan saraf kulit dan saraf organ-organ dalam
Saat ini banyak orang yang menggunakan air sebagai terapi untuk mempengaruhi kejiwaan seseorang, terbukti dengan banyaknya pusat kebugaran yang mengguakan efek air.

Dari penjelasan diatas, jelas bahwa wudhu memiliki efek yang baik terhadap tubuh baik secara fisiologis maupun psikologis. Hal ini membuktikan bahwa apa-apa yang diperintahkan oleh Allah Ta’alla pasti memiliki manfaat yang kebanyakan belum diketahui oleh manusia. 
Subhanallah.

(ensiklopedia mukjizat alquran dan hadis : psikoterapi islam)

Hikmah pengharaman judi

Al-maisir (perjudian) terlarang dalam syariat Islam, dengan dasar al-Quran, as-Sunnah, dan ijma’. Dalam al-Quran, terdapat firman Allah subhanahu wa Ta’ala,
“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Qs. al-Ma’idah: 90)

Dari as-Sunnah, terdapat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Shahih al-Bukhari, “Barangsiapa yang menyatakan kepada saudaranya, ‘Mari, aku bertaruh denganmu.’ maka hendaklah dia bersedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan ajakan bertaruh–baik dalam pertaruhan atau muamalah–sebagai sebab membayar kafarat dengan sedekah, Ini menunjukkan keharaman pertaruhan. Demikian juga, sudah ada ijma’ (menjadi konsensus di kalangn para ulama)  tentang keharamannya.

Orang yang menelaah kaidah-kaidah syariat, pasti akan mengetahui secara pasti tentang pengharaman perjudian ini dalam segala keadaannya.

Ibnul Qayyim rahimahullahu ta’ala berkata, “Apabila anda menelaah keadaan al-mughalabat (perlombaan dengan taruhan harta), dalam hal ini anda pasti melihatnya seperti khamr (miras): sedikitnya menyeret kepada banyaknya, dan banyaknya menghalanginya dari semua hal dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, serta menjerumuskan ke dalam perbuatan yang dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya. Seandainya tidak ada satu pun nash syariat yang mengharamkannya, tentulah ushul syariat, kaidahnya, kandungan hikmah dan maslahat, serta kaidah, (akan) menyamakan dua hal yang serupa menuntut pengharaman dan pelarangannya.“

Ketika syariat Islam tegak di atas keadilan dalam semua hukum-hukum dan ajarannya, maka ia melarang semua muamalah yang berisi perjudian. Ketentuan tersebut terbatas pada semua muamalah yang membuat orang yang melakukannya berada dalam ketidakjelasan, antara untung dan rugi yang bersumber dari gharar dan spekulasinya, dan hal itu menjadi sebab terjadinya permusuhan dan kebencian di antara manusia.

Ibnul Qayyim rahimahullahu menyatakan, “Semua muamalah yang dilarang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu ada kalanya masuk dalam riba dan adakalanya masuk dalam al-maisir (perjudian).”

Sedangkan Ibnu Taimiyah rahimahullahu menyatakan, “Sesungguhnya, mayoritas muamalah yang dilarang dalam al-Quran dan Sunnah kembali pada realisasi keadilan dan larangan berbuat zalim–baik yang kecil atau pun besar–, seperti: memakan harta orang lain dengan batil, dan sejenisnya dari riba dan al-maisir (perjudian).”

Oleh sebab itu, syariat melarang jual-beli gharar dan jual-beli yang berisi perjudian, karena di dalamnya terdapat unsur memakan harta dengan batil. Selain itu, kedua jenis jual-beli tersebut menjadi faktor penyebab terjadinya permusuhan dan kebencian di antara manusia. Wallohu a’lam

Efek psikologi riba

Berapa banyak riba telah menghancurkan rumah-rumah yang sebelumnya ramai. Berapa banyak riba telah membuat orang yang kaya menjadi miskin. Berapa banyak riba telah menyebabkan pemilik menjadi orang yang dimiliki. 
Berapa banyak orang yang bergelar dan menyandang kemuliaan dan kehormatan menjadi merugi dalam kehinaan, kefakiran dan lilitan kebutuhan, padahal sebelumnya ia selalu bergelimangan kenikmatan, kemuliaan dan kemewahan. 
Riba adalah musibah yang besar, penyakit yang berbahaya, virus yang ganas, dan pembunuh yang sadis. Seseorang yang melakukan praktik riba sesungguhnya sedang berlomba-lomba menuju kepada kefakiran dan lilitan kebutuhan. Ia juga akan jatuh ke jurang musibah yang dahsyat dan kesedihan yang tiada henti. 
Tidak pelak lagi, seseorang yang sebelumnya berada dalam kelonggaran rezeki, keadaan yang baik, dan kondisi yang nikmat, lalu kemudian tiba-tiba menjadi hina, miskin, yang selalu mengeluh akan kehidupannya. Kesusahan itu baginya dirasakan lebih sempit daripada lubang jarum. Sore dan pagi selalu diliputi kesedihan dan kesusahan berkepanjangan. 
Terkait riba, Allah swt berfirman sebagai berikut, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman. Jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya,” (QS Al-Baqarah: 278-279) Nabi Muhammad Saw bersabda, “Allah melaknati pemakan barang riba, barang yang dimakan dari hasil riba, pencatat transaksi riba, dan orang yang menjadi transaksi riba.”
Lihatlah bagaimana murka Allah Swt dan Rasul-Nya itu kepada semua yang terlibat dalam riba, seperti pencatat dan saksi praktik riba, terlebih lagi pemberi dan pengambil riba. Meski demikian, terkadang masih ada saja orang yang berkata, “Apa artinya pencelaan dan ancaman dari Allah dan Rasulullah. Sedangkan kita saat ini melihat banyak pemerintahan berperadaban dan bangsa yang maju karena bertransaksi dengan cara riba dan mereka menganggap riba sebagian dari beberapa pendorong kemajuan?

Jawaban untuk pertanyaan seperti itu adalah pemerintah dan bangsa yang menggunakan transaksi riba juga mengetahui bahayanya khamr (minuman keras) dan bahaya perzinaan. Meski begitu, mereka tetap saja melegalkan perzinaan dan meminum khamr. Padahal, keduanya jelas berakibat negatif. Begitu pula dengan riba.

Semua kerajaan dan pemerintahan di Eropa telah membenarkan hikmah Allah Swt dalam pengharaman praktik riba. Karena mereka melihat dengan mata kepala sendiri dan menemukan bahwa harta yang disimpan di lembaga-lembaga keuangan dan perbankan, semuanya seakan-akan tak ada hasilnya dan hilang tak berbekas. 

Riba itu merusak dunia. Karena, ketika manusia membungakan uangnya dengan cara seperti ini, maka mereka akan cenderung bersantai-santai, malas, dan tidak mau bekerja. Para petani pun tidak akan meraih kesuksesan lantaran hanya mengandalkan pembayaran bunga bank. Begitu pula yang terjadi pada para pedagang dan pengusaha, karena tujuan mereka hanya terfokus pada hasil pembayaran bunga bank. 

Muhammad Abduh menuliskan tentang riba sebagai berikut, “Riba menumbuhkan sikap pada diri seseorang untuk tidak merasa perlu dengan pemberian-pemberian Allah yang diberikan kepadanya. Ia juga menyebabkan manusia malas bekerja dan tidak berusaha mencari penghidupan di bumi dengan cara berdagang, bercocok tanam, atau membuka perindustrian. Karena jika seseorang melihat bahwa dengan menyimpan uang di bank memperoleh hasil yang cukup memadai dari membungakan uangnya tanpa perlu bersusah payah, maka ia akan melakukannya. Seketika itu juga ia akan meninggalkan dunia kerja, lalu dibelenggu oleh rasa malas dan tidak mau berusaha. Dengan begitu, ia telah menjadi anggota masyarakat yang merusak lingkungan sosialnya, tidak punya pekerjaan dan tidak punya manfaat sama sekali.     Ketika riba sudah banyak tersebar dimana-mana, berarti banyak pula anggota-anggota masyarakat yang bersifat perusak di dalamnya. Setelah hal itu terjadi dalam tubuh umat, maka keropos dan hilanglah kekuatan tubuh umat.”

Jika orang kaya mau membantu orang-orang fakir dalam urusan penghidupan mereka, tanpa ada embel-embel bunga, tentu akan dapat melunakkan hati yang sedang kacau karena masalah ekonomi serta dapat memperkuat tali cinta kasih sesama manusia. Manakala masalahnya seperti itu, keamanan akan menaungi seluruh negeri dan keberadaan semua masyarakat menjadi teratur. 

Jika orang kaya tidak memberikan hartanya pada orang-orang miskin kecuali dengan cara riba, maka sikap seperti itu akan melahirkan kedengkian dan iri hati dari orang-orang yang sedang dililit kebutuhan. Sikap yang demikian juga mengakibatkan terputusnya hal-hal yang baik. Mereka tidak akan segan merampok harta orang-orang kaya dengan segala cara yang mungkin bisa dilakukan. 
Wallahu a'lam

Rahasia tidur siang

Rasulullah SAW bersabda, “Tidur sianglah, karena setan tidak tidur siang” (HR Al-Thabrani)
Selain itu menurut Rasulullah SAW, tidur siang juga bermanfaat untuk melakukan shalat tahajud, berzikir atau untuk belajar di malam hari.

DEFINISI TIDUR SIANG
Menurut Al Jauhari, “Tidur siang itu adalah tidur di tengah hari & waktunya hanya sebentar”
Menurut Al-Zamakhsyari, “tidur siang adalah tidur sebelum waktu zuhur”

13 Februari 2007, CNN melansir sebuah rilis pers bertajuk “Tidur siang di kantor menyehatkan”. Berita ini dipublikasikan di Chicago AS.

Penelitian terhadap 23.681 penduduk usia dewasa di Yunani selama 6 tahun menjelaskan bahwa tidur siang saat bekerja dapat mengurangi resiko terkena penyakit jantung yang membahayakan rata-rata 37%
Dapat meningkatkan produktifitas & mengurangi stres

Dr. Dimitrios T, penanggung jawab studi & penelitian Harvard School of Public Health & University of Athens Medical School juga telah mendapatkan penelitian serupa serta menyarankan untuk melakukan tidur siang

Perusahaan pertambangan Amerika Yard Metalz bahkan membuat ruang khusus untuk tidur siang karyawan di kantor pusat perusahaannya.

Kamis, 30 Oktober 2014

Perhatian Alquran dan Hadist terhadap Kegelisahan dan Kepikunan

Allah Swt menyebutkan dalam Alquran beberapa ayat yang secara jelas membicarakan goncangan jiwa dan dampaknya terhadap kesehatan fisik. Demikian juga Rasulullah telah melarang kita agar jangan terlalu terbawa emosi agar dapat menikmati hidup sehat dan bahagia.

Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit (QS. Al-An’am 6:125).

Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan (QS. Al-Syura 42:43).

Islam memerintahkan kita untuk membebaskan diri dari sifat-sifat negatif seperti permusuhan, perdebatan yang berlebihan, sifat yang menyebabkan tekanan jiwa; iri, dengki, putus asa, tidak terima keadaan/taqdir, marah, bohong, khawatir yang berlebihan/cemas/gelisah, dan lain sebagainya.

Dari Abu Hurairah r.a. Nabi bersabda “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah. Dalam segala kebaikan minta tolonglah kepada Allah, jangan lemah. Jika kalian ditimpa sesuatu, janganlah kalian berkata,”seandainya aku mengerjakan ini atau itu”, akan tetapi katakanlah “Allah-lah yang menakdirkan. Apa yang diinginkanNya Dia akan melakukannya. Karena kata-kata ‘seandainya’ membuka peluang setan”. (HR. Muslim).

Susunan saraf bergerak sejalan dan spontan dengan beberapa aktivitas organ tubuh. Ketika terjadi sesuatu pada sistem saraf karena reaksi jiwa, maka sistem yang lain akan terkena dampaknya, sehingga berakibat pada munculnya penyakit fisik.

Kemarahan yang melewati batas (tekanan jiwa berlebih) dapat menyebabkan penyakit jantung kronis, mengurangi sistem imun, sistem pencernaan (getah lambung), penyakit kulit, kanker, pecah pembuluh darah, dan penyakit kelenjar lainnya.

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Al-Rad 13:28).