Kali ini, marilah kita kutip surah Q.S. Al Ankabut [29]: 41: Perumpamaan
orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain dari Allah adalah
seperti laba-laba mendirikan rumah. Dan sesungguhnya rumah-rumah yang
paling rapuh ialah rumah laba-laba, kalau mereka mengetahui.
Coba kita kutip ayat berikutnya: Dan perumpamaan-perumpamaan ini kami berikan kepada manusia. Dan hanya orang-orang yang berilmu yang mengetahui. (Q.S. Al Ankabut [29]: 43).
Iseng-iseng, cobalah dekatkan jari tangan ke salah satu benang
pembentuk sarang laba-laba. Lalu cobalah untuk memutuskan benangnya.
Benang tipis itu tidak akan putus, tapi justru membelit jari tangankita.
Kekuatan benang itu baru terlihat manakala ada lalat atau serangga yang
terbang hendak menerjangnya. Meski kecil, kecepatan terbang serangga
itu tak bisa dibilang lambat. Namun, loloskah serangga itu? Bisa dijamin
lalat atau serangga itu tak akan lolos dari jerat sarang laba-laba.
Padahal, kalau dihitung dengan rumus momentum, beban yang diterima
sarang itu pastilah tidak kecil.
Hampir semua orang teknik sipil mengetahui bahwa tegangan leleh baja
mutu tinggi, seperti St/Bj. 44 dan St/Bj. 52 mempunyai tegangan leleh
280 Mpa/2.800 kg/cm2 dan 360 Mpa/3.600 kg/cm2 itu mempunyai kekuatan
yang luar biasa besarnya. Bandingkan hasil penemuan ini! Para ilmuwan
sudah mengakui kekuatan jaring laba-laba. Benangnya lima kali lebih kuat
dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Benang laba-laba memiliki
gaya tegangan 15.000 kg/cm2. Jika ada seutas tali berdiameter 30 cm
terbuat dari benang laba-laba, maka ia akan mampu menahan beban 150
mobil!
Dalam Tafsir Ad-Durul Mantsur karya Jalaluddin as-Suyuti memuat
hadist mursal Abu Daud yang berasal dari Yazid bin Martsad tentang Sabda
Rasulullah S.A.W. yang menyebutkan bahwa laba-laba adalah setan yang
harus dibunuh bila mendapatinya. Lho, bukankah laba-laba yang justru
berjasa membuat sarang menutupi pintu gua, melindungi Rasulullah S.A.W.
bersama abu bakar sewaktu bersembunyi din Gua Tsur ketika hijrah?
Tafsiran seperti itu tentu membuat penasaran. Harus ada sesuatu yang
penting dari laba-laba.
Jadi, jaring laba-laba sama sekali tidak lemah dan bukan tidak
berguna. Lantas, mengapa ayat Al Qur’an menyebutnya lemah? Firman Allah
S.W.T tidak mungiin keliru. Tafsirnya yang perlu lebih disempurnakan
lagi. Perhatikan ayat di atas baik-baik. Ternyata yang disebut lemah
adalah rumahnya laba-laba “baitul ankabut”. Bukan jaring laba-laba “nusjatul ankabut” atau “spider web”.
Laba-lba adalah karnivora, pamakan daging, yang membuat jaring jebakan,
lalu bersarang di balik daun-daunan, di sudut tembok, di balik lemari.
Di sana mereka menunggu mangsa yang terperangkap di jaring yang amat
kuat itu, baru mendekat untuk membunuh dan menyeretnya untuk dimakan.
Menurut H. Bambang Pranggono, MBA, IAI dari ITB, rumah (sarang)
tempat diam dan bertelur laba-laba inilah yang mungkin bersifat lemah,
jenis kelemahaanya belum terungkap, jadi harus diteliti oleh ilmuan
muslim, setelah kekuatan jaring laba-laba ditemukan oleh ilmuan non
muslim. Dengan begitu, Al Qur’an kita tempatkan pada fungsinya yang
mulia, sebagai pedoman di segala sektor kehidupan, termasuk isyarat di
bidang penelitian sains dan teknologi. Bukan hanya berisi anjuran
beramai-ramai membunuh laba-laba.
Wallahu a’lam.
Jaring laba-laba terbukti lebih ringan dan lebih kuat daripada baja
Kekuatannya
ternyata masih dapat dilipatgandakan dengan meyisipkan
partikel-partikel logam tertentu. Seung-Mo Lee dari Max Planck Institute
of Microstucture Physics di Halle, Jerman berhasil meningkatkan
kekuatan jaring laba-laba hingga dua kali lipat. Satu helai jaring
laba-laba yang telah direkayasa sanggup mengangkat beban seberat 27,5
gram. Ia dan timnya menemukan bahwa hal tersebut dapat dilakukan dengan
menyisipkan partikel seng, titanium, atau aluminium. Lee juga tengah
menguji coba pengaruh partikel logam lainnya. Teknik tersebut disebut atomic layer deposition.
Mereka tidak hanya melapisi bagian luar jaring laba-laba dengan
partikel-partikel logam tersebut namun juga menyisipkan ion logam ke
dalamnya sehingga bereaksi dengan struktur protein jaring laba-laba.
Ide tersebut terinspirasi penelitian yang menunjukkan bahwa
bagain-bagain tubuh hewan yang keras ternyata mengandung unsur logam.
Misalnya, rahang semut pemotong daun yang mengandung seng berkadar
tinggi. Kekuatan jaring laba-laba telah membuat takjub para ilmuwan
sejak lama. Namun, untuk membuatnya dalam jumlah besar sulit dilakukan
secara alami mengingat laba-laba yang hidup dalam pemeliharaan
seringkali cenderung kanibal. Sebagai solusinya, para ilmuwan masih
berupaya mencari cara alternatif meniru pembuatan jaring laba-laba
artifisial.
Dalam Jurnal Ilmiah Science edisi 5 Jnuari 1996, ilmuan Jelinski dan
koleganya dari Cornell University, Ithhaca, New York, mengungkap
sebagian rahasia laba-laba. Dalam penelitiannya di laboratorium,
ditemukan bahwa jaring laba-laba yang diproduksi dari tubuh binatang itu
sendiri, terbuat dari molekul-molekul berbentuk serat, yang tersusun
dari residu asam amino glisin 42%, alanin 25%, dan 33% sisanya glutamin,
serin, dan triosin. Analisis Resonansi Magnetik serat terhadap jaring
laba-laba yang mengandung 40% alanin menunjukkan suatu struktur yang
terorganisir sangat rapi seperti kristal. Jaring laba-laba ternyata
tahan air dan memiliki kekuatan 5 kali lebih besar dari baja dengan
ukuran yang sama, dan 2 kali lebih lentur daripada serat nilon.
Subhanallah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar