Dari Ibnu Umar, bahwasanya Rosululloh bersabda, “Janganlah kalian
meninggalkan api yang menyala ketika kalian tidur.” (HR. Bukhari no. 6293)
Dari Jabir bin Abdullah, bahwasanya Rosululloh bersabda, “Matikanlah
lampu-lampu di waktu malam jika kalian hendak tidur dan tutuplah pintu-pintu,
bejana serta makanan dan minuman kalian.” (HR. Bukhari no. 6296 dan Muslim no.
2012)
Seorang ahli biologi, Joan Roberts,
merupakan orang pertama yang menemukan hubungan antara lampu dan kesehatan. Ia
menemukan korelasi tersebut dalam penelitiannya pada hewan percobaan yang
diberikan perlakuan dengan cara menyalakan lampu buatan sepanjang malam.
Setelah diamati beberapa lama, maka Roberts melakukan pengukuran kadar hormon
melatonin di dalam tubuh hewan tersebut dan menemukan fakta bahwa jumlahnya
makin berkurang disertai penurunan daya tahan tubuhnya terhadap penyakit. Maka
Roberts pun berkesimpulan bahwacahaya lampu (termasuk pancaran dari layar
televisi) dapat menyebabkan penurunan kadar hormon melatonin di dalam tubuh
yang akan mempengaruhi penurunan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan
mengakibatkan tubuh menjadi lemah.
Beberapa abad kemudian, para
ilmuwan di berbagai belahan dunia pun menyelidiki tentang pentingnya tidur di malam
hari dalam keadaan lampu dimatikan. Hasil penelitian mereka ternyata memperkuat
hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Joan Roberts. Salah satunya
adalah hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Genetics and
Cytogenetics menyatakan bahwa menyalakan cahaya buatan pada malam hari
ketika tidur akan memiliki dampak pada jam biologis tubuh dan dapat menjadi
pemicu ekspresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel
kanker.
Apakah yang
dimaksud dengan hormon melatonin tersebut ?
Hormon melatonin (N-acetyl-5-metoksitriptamin)
merupakan hormon pengatur utama dari seluruh hormon yang berfungsi mengatur dan
memelihara irama sirkadian (sistem jam biologis tubuh yang memegang peranan
penting dalam mengatur saat untuk tidur dan bangun). Hormon melatonin sebagian besar dibuat oleh kelenjar pineal dan
sebagian kecilnya dibuat di usus dan retina mata. Produksi hormon
melatonin dipengaruhi oleh tingkat intensitas cahaya lingkungan dan akan selalu
bertambah banyak jika manusia berada dalam lingkungan yang gelap dan suasana
hening namun produksinya akan dihambat oleh adanya rangsangan luar seperti
sinar yang terang dan medan elektromagnetik.
Apakah
fungsi hormon melatonin di dalam tubuh ?
Sebagai hormon yang memiliki fungsi utama menciptakan kualitas tidur yang baik, maka hormon melatonin memiliki kegunaan sebagai berikut.
- Menjaga keharmonisan metabolisme sel, mempertahankan efisiensi/efektivitas kerja sel, membuat sel tidak mudah rusak sehingga meningkatkan daya tahan sel terhadap berbagai gangguan dari luar.
- Mempengaruhi sistem kekebalan tubuh
- Mempengaruhi kerja organ tubuh terutama di saat tidur
- Mempengaruhi kesehatan psikologis seseorang terutama terhadap mood. Seseorang kurang tidur akan memiliki kadar melatonin yang rendah sehingga mengalami gangguan perasaan (mood) seperti mudah gelisah, mudah lelah, mudah marah.
- Berperan sebagai sistem alami yang mengatur masa penuaan tubuh.
- Membuat tidur menjadi lebih nyenyak sehingga meningkatkan kualitas tidur.
- Membantu tubuh memerangi sel-sel kanker seperti pada kanker payudara, kanker prostate, penyakit Parkinson, dan jantung aritmia. Melatonin berperan mendorong aktifitas antioksidan secara optimal di dalam tubuh sehingga mencegah kerusakan DNA akibat ulah zat-zat karsinogenik penyebab kanker dan memberhentikan mekanisme pertumbuhannya.
Bagaimana
cara kerja hormon melatonin di dalam tubuh ?
Tepat di bagian tengah otak
terdapat suatu kelenjar yang bernama Pineal dan berfungsi menghasilkan hormon
melatonin. Kinerja dari kelenjar ini dipengaruhi langsung oleh pusat pengendali
irama sirkadian di otak, Suprachiasmatik Nuclei (SCN), dan bersifat
fotosensitif (peka terhadap rangsang cahaya) sehingga hasil produksinya sangat
dipengaruhi oleh tingkat intensitas cahaya yang diterima tubuh. Ketika
tubuh sudah berada dalam lingkungan gelap maka SCN akan memerintahkan kelenjar
Pineal untuk menghasilkan hormon melatonin lebih banyak sehingga mengaktifkan
reseptor-reseptor tubuh yang akan menimbulkan efek-efek kimiawi dan biologis
seperti timbulnya rasa kantuk, penurunan suhu tubuh, dan penurunan aktivitas
kerja sebagian besar organ tubuh, kecuali otak dan sistem kekebalan tubuh. Maka
tubuh pun mulai bersiap memasuki fase istirahat. Keadaan hening dan gelap akan
membuat produksi hormon melatonin yang dihasilkan mencapai ambang optimal dan
tidur pun menjadi nyenyak serta berkualitas.
(Ingatlah) ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu
penenteraman daripadaNya. (Q.S Al-Anfaal : 11)
Kadar melatonin secara berangsur-angsur meningkat dan
mencapai puncaknya tepat pada waktu tengah malam dan kemudian berangsur-angsur
menurun hingga 2/3 malam. Saat tertidur nyenyak, maka tubuh akan fokus bekerja
untuk proses perbaikan kerusakan jaringan sel dan beregenerasi serta
mengaktifkan kerja otak menjadi lebih optimal.
Hai orang-orang yang berselimut, bangunlah (untuk shalat) di malam
hari, kecuali sedikit (darinya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari
seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur'an itu
dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya, Kami akan menurunkan kepadamu perkataan
yang berat. Sesungguhnya, bangun di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya,
kamu pada waktu siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).” (Q.S.
Al-Muzammil : 1 – 7)
Apa saja
yang mempengaruhi kinerja hormon melatonin di dalam tubuh ?
Karena kadar melatonin sangat
ditentukan oleh tingkat intensitas cahaya yang diterima oleh tubuh maka
kadar melatonin pada siang hari tidak akan terdeteksi. Selain dari sumber
cahaya alami, kadar hormon melatonin pun dipengaruhi pula oleh sumber
cahaya buatan, suhu lingkungan, dan gelombang elektromagnetik. Jika tubuh
terlalu banyak menerima cahaya pada senja hari atau terlalu sedikit cahaya pada
siang hari maka akan terjadi kekacauan pada siklus irama sirkadian tubuh yang
dipengaruhi oleh kadar hormon melatonin. Selain itu, jika pada waktu tidur
keadaan ruangan di sekitar kita masih dilingkupi oleh cahaya lampu ataupun
gelombang elektromagnetik yang berasal dari cahaya televisi, maka hal-hal
tersebut akan menembus kulit mata meskipun sedang dalam keadaan terpejam, dan
membuat otak menafsirkan sinyal tersebut untuk tetap mengaktifkan kinerja
organ-organ tubuh lain yang seharusnya diistirahatkan. Inilah satu jawaban
sederhana ketika seseorang yang selalu merasa kurang segar saat bangun meskipun
sudah tertidur dalam waktu lama.
Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa
yang kamu kerjakan pada siang hari. (Q.S. Al-An`aam : 60)
Sebuah penelitian yang
dipublikasikan dalam jurnal The Journal Sleep Research pada tahun 1995
menyatakan bahwa kafein yang terdapat dalam kopi, teh hitam, minuman
bersoda, dan coklat dapat menurunkan kadar hormone melatonin di dalam tubuh
hingga 50% dari kadar normalnya dan keadaan ini dapat bertahan selama 6 jam. Oleh
karena itu, janganlah mengkonsumsi minuman dan makanan tersebut menjelang waktu
tidur.
Gejala apa
sajakah yang dapat timbul bila kadar hormon melatonin tidak normal ?
Beberapa gejala yang dapat timbul
berkaitan dengan hormon melatonin yaitu sukar tidur (insomnia), gangguan
irama sirkadian, sakit kepala, penurunan daya konsentrasi, dan keletihan.Gejala-gejala
tersebut terutama timbul bila produksi hormon melatonin berkurang.
Maka renungkanlah wahai saudara-saudariku, apabila
kita meremehkan salah satu sunnatulloh ini, sesungguhnya kita lebih hina dari
binatang-binatang yang ditakdirkan oleh Alloh untuk tidur di waktu malam dan
terjaga di waktu siang. Walaupun mereka diciptakan berbeda dengan manusia yang
memiliki akal namun mereka tidak pernah protes dan selalu taat untuk tidur
dalam kondisi gelap di malam hari. Ingatlah bahwa rasa kantuk merupakan
anugerah dari Alloh sebagai pertanda untuk segera beristirahat dan dijadikan
Alloh waktu tidur sebagai rahmat demi kebaikan dan kelangsungan hidup
hamba-hambaNya.
Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.(Q.S. An-Naba` : 9)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar