Allah
Swt menyebutkan dalam Alquran beberapa ayat yang secara jelas membicarakan
goncangan jiwa dan dampaknya terhadap kesehatan fisik. Demikian juga Rasulullah
telah melarang kita agar jangan terlalu terbawa emosi agar dapat menikmati
hidup sehat dan bahagia.
Barang
siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia
melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang
dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi
sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit (QS. Al-An’am 6:125).
Tetapi
orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu
termasuk hal-hal yang diutamakan (QS. Al-Syura 42:43).
Islam
memerintahkan kita untuk membebaskan diri dari sifat-sifat negatif seperti
permusuhan, perdebatan yang berlebihan, sifat yang menyebabkan tekanan jiwa;
iri, dengki, putus asa, tidak terima keadaan/taqdir, marah, bohong, khawatir
yang berlebihan/cemas/gelisah, dan lain sebagainya.
Dari
Abu Hurairah r.a. Nabi bersabda “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih
dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah. Dalam segala kebaikan minta
tolonglah kepada Allah, jangan lemah. Jika kalian ditimpa sesuatu, janganlah
kalian berkata,”seandainya aku mengerjakan ini atau itu”, akan tetapi
katakanlah “Allah-lah yang menakdirkan. Apa yang diinginkanNya Dia akan
melakukannya. Karena kata-kata ‘seandainya’ membuka peluang setan”. (HR.
Muslim).
Susunan
saraf bergerak sejalan dan spontan dengan beberapa aktivitas organ tubuh.
Ketika terjadi sesuatu pada sistem saraf karena reaksi jiwa, maka sistem yang
lain akan terkena dampaknya, sehingga berakibat pada munculnya penyakit fisik.
Kemarahan
yang melewati batas (tekanan jiwa berlebih) dapat menyebabkan penyakit jantung
kronis, mengurangi sistem imun, sistem pencernaan (getah lambung), penyakit
kulit, kanker, pecah pembuluh darah, dan penyakit kelenjar lainnya.
(yaitu)
orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat
Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS.
Al-Rad 13:28).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar