Kamis, 30 Oktober 2014

Perhatian Alquran dan Hadist terhadap Kegelisahan dan Kepikunan

Allah Swt menyebutkan dalam Alquran beberapa ayat yang secara jelas membicarakan goncangan jiwa dan dampaknya terhadap kesehatan fisik. Demikian juga Rasulullah telah melarang kita agar jangan terlalu terbawa emosi agar dapat menikmati hidup sehat dan bahagia.

Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit (QS. Al-An’am 6:125).

Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan (QS. Al-Syura 42:43).

Islam memerintahkan kita untuk membebaskan diri dari sifat-sifat negatif seperti permusuhan, perdebatan yang berlebihan, sifat yang menyebabkan tekanan jiwa; iri, dengki, putus asa, tidak terima keadaan/taqdir, marah, bohong, khawatir yang berlebihan/cemas/gelisah, dan lain sebagainya.

Dari Abu Hurairah r.a. Nabi bersabda “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah. Dalam segala kebaikan minta tolonglah kepada Allah, jangan lemah. Jika kalian ditimpa sesuatu, janganlah kalian berkata,”seandainya aku mengerjakan ini atau itu”, akan tetapi katakanlah “Allah-lah yang menakdirkan. Apa yang diinginkanNya Dia akan melakukannya. Karena kata-kata ‘seandainya’ membuka peluang setan”. (HR. Muslim).

Susunan saraf bergerak sejalan dan spontan dengan beberapa aktivitas organ tubuh. Ketika terjadi sesuatu pada sistem saraf karena reaksi jiwa, maka sistem yang lain akan terkena dampaknya, sehingga berakibat pada munculnya penyakit fisik.

Kemarahan yang melewati batas (tekanan jiwa berlebih) dapat menyebabkan penyakit jantung kronis, mengurangi sistem imun, sistem pencernaan (getah lambung), penyakit kulit, kanker, pecah pembuluh darah, dan penyakit kelenjar lainnya.

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Al-Rad 13:28).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar