Jumat, 31 Oktober 2014

Wudhu = Psikoterapi

Wudhu merupakan salah satu syarat diterimanya shalat. Dengan wudhu yang sempurna, kita telah bersuci dari hadas kecil. Wudhu dapat menjadi pelebur tiap dosa yang dilakukan seseorang, sehingga kita dianjurkan untuk teliti dan tidak lalai dalam berwudhu, seperti yang telah dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW, “Ketika seorang Muslim sedang berwudhu dan membasuh wajah, maka keluarlah tiap dosa yang dibuat oleh kedua matanya dari wajahnya bersama air tetesan air yang jatuh”. 
 
Disini tidak akan dibahas bagaimana tata cara wudhu yang benar, karena secara umum umat muslim sudah mengetahuinya. Namun, disini akan dibahas mengenai manfaat wudhu sebagai psikoterapi.

Wudhu memiliki dampak fisiologis terhadapt tubuh dimana tubuh akan lebih rileks dengan berwudhu. Hal ini terbukti bahwa dibasuhnya tubuh dengan air sebanyak 5 kali sehari akan membantu dalam mengistirahatkan organ-organ tubuh dan meredakan ketegangan fisik, juga menetralkan kondisi psikologis yang tidak stabil.

Terkait dengan efek psikologisnya, Rasulullah telah menjelaskan dengan sabdanya, “Marah itu sebagian dari perilaku setan dan setan itu tercipta dari api. Api akan padam dengan air, bila kalian marah maka berwudhulah!”.

Dalam dunia kedokteran, terapi air telah lama dikenal. Simon Baruch (1840-1921) seorang dokter dari Amerika telah menciptakan sebuah teori yang dikenal dengan hukum Baruch. Teori ini menjelaskan bahwa air memiliki daya penenang jika suhu air sama dengan suhu kulit. Sedangkan bila suhu air lebih tinggi atau rendah, maka ia akan memberi efek stimulasi atau merangsang saraf. Hidroterapi atau pengobatan dengan air memiliki beberapa manfaat dan efek, yaitu :
  • Berendam atau menyeka tubuh dengan air dingin akan memberikan efek mendinginkan dan merangsang saraf tubuh. Karena air dingin akan mengerutkan kapiler
  • Berendam atau menyeka tubuh dengan air hangat akan melemaskan seluruh otot tubuh
  • Menyeka dengan air dingin dan air hangat secara bergantian akan merangsang sistem kardiovaskular
  • Mandi air hangat akan melemaskan jaringan dan berefek pada kapiler-kapiler di kulit. Hal ini karena banyak darah dari jaringan yang akan ditarik ke kulit. Di samping itu, air hangat juga dapat mengurangi rasa nyeri
  • Berendam dan mandi air hangat dalam waktu pendek dapat menghilangkan rasa lelah dan ketegangan
  • Mandi dan menyeka dengan air dingin atau air hangat akan menjinakan saraf kulit dan saraf organ-organ dalam
Saat ini banyak orang yang menggunakan air sebagai terapi untuk mempengaruhi kejiwaan seseorang, terbukti dengan banyaknya pusat kebugaran yang mengguakan efek air.

Dari penjelasan diatas, jelas bahwa wudhu memiliki efek yang baik terhadap tubuh baik secara fisiologis maupun psikologis. Hal ini membuktikan bahwa apa-apa yang diperintahkan oleh Allah Ta’alla pasti memiliki manfaat yang kebanyakan belum diketahui oleh manusia. 
Subhanallah.

(ensiklopedia mukjizat alquran dan hadis : psikoterapi islam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar