Manusia telah mengenal unta sejak 3000
tahun sebelum masehi. Mereka menggunakan unta sebagai alat transportasi
manusia dan angkutan barang. Di samping itu, unta juga dijadikan sumber
gizi dengan meminum susunya dan memakan dagingnya.
Jenis unta di seluruh dunia ada dua.
Pertama, unta yang memiliki satu punuk, populasinya menyebar di
sepanjang padang pasir jazirah Arab, Afrika dan Asia. Kedua, unta yang
memiliki dua punuk, yang bisa ditemukan di puncak gunung Himalaya, India
dan beberapa tempat lain.
Susu unta dianggap sebagai sumber gizi
utama di padang pasir, bahkan dianggap sebagai susu yang paling bagus.
Cita rasa susu unta cukup beragam. Ada yang manis, tawar dan asin,
padahal makanan yang dikonsumsi oleh unta adalah apa yang diberikan oleh
pemiliknya.
Kandungan susu unta
Kandungan susu unta bertingkat-tingkat
tergantung pada frekuensi perahan, usia unta, jumlah anak, jumlah dan
jenis makanan yang diberikan dan jumlah air yang diminumnya. Susu unta
dianggap sebagai susu dengan zat alkali (zat kimia yang menetralisir
asam) yang tinggi, tetapi cepat berubah menjadi asam jika dibiarkan
beberapa saat.
Kandungan lemaknya tidak terlalu tinggi,
lebih rendah dibandingkan dengan kandungan lemak pada susu kerbau. Lemak
pada susu unta bersatu dengan protein, sehingga susah untuk dipisahkan
dengan cara biasa seperti yang dilakukan terhadap susu yang lain. Susu
unta memiliki lebih besar susunan zat asam lemak yang mudah mengembang,
terutama linolenic dan berbagai zat asam lemak yang sangat vital untuk
gizi manusia, khususnya mereka yang berpenyakit jantung. Di samping itu,
kadar kolesterol pada susu unta lebih rendah dibandingkan dengan susu
sapi sehingga membuat susu unta mudah dikonsumsi.
Susu unta juga mengandung vitamin C
dengan kadar tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan susu sapi. Kadar
ini akan terus bertambah jika unta diberi pakan rumput yang kaya
vitamin. Vitamin B1 dan B2 susu unta tersedia lebih banyak dibandingkan
dengan susu domba. Begitu pula dengan vitamin A dan karotin yang cukup
tersedia.
Penggunaan Susu Unta
Bangsa Arab tradisional menggunakan susu
unta untuk mengobati berbagai penyakit seperti cacar, luka, sakit gigi,
gangguan pencernaan dan keracunan. Menurut mereka, susu unta yang paling bagus
untuk dijadikan obat adalah susu yang keluar setelah empat puluh hari
melahirkan. Yang paling baik adalah yang berwarna putih pekat, harum
baunya, lezat rasanya, rasa manis yang sedang, lemak seimbang, tidak
terlalu kental, diperah dari unta sehat, berbadan seimbang, diberi pakan
dan minuman yang baik. Orang Arab menjadikan susu unta sebagai obat.
Susu unta yang baik menumbuhkan darah yang baik, menyuburkan tubuh yang
kurus, memberikan efek tenang, menghilangkan rasa waswas, ragu dan
penyakit risau.
Jika susu unta diminum dengan madu, maka
susu ini bisa membersihkan kotoran perut yang bercampur dengan sisa
makanan. Jika dicampur gula, maka ia bisa mengkilatkan dan memperindah
warna kulit, menyembuhkan penyakit sesak, paru-paru dan TBC. Susu unta
bisa memperhalus, memperlancar, dan membuka sesuatu yang tertutup pada
sistem pencernaan serta bagus untuk menghilangkan rasa haus.
Sekelompok dokter yang membahas kelebihan
susu unta menyimpulkan, jumlah kandungan yang ada pada susu unta mirip
dengan jumlah kandungan susu ibu, lebih banyak dibandingkan dengan
jumlah kandungan susu sapi. Susu unta tidak banyak mengandung laktosa,
gula dan lemak. Kandungan susu unta sesuai dengan kebutuhan bayi yang
tidak menyusu kepada ibunya, dan kaya protein dan zat imun yang cocok
untuk mereka yang tidak lancar saluran pencernaannya.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan di
tahun 2005 menemukan bahwa susu unta mengandung zat antibodi nano yang
berguna sekali untuk mengobati penyakit radang pencernaan, kanker usus
besar, rheumatoid, bahkan penyakit alzheimer. Zat antibodi mampu
mengurangi kanker atau tumor dengan cara zat antibodi tersebut menempel
pada dinding otot kanker lalu menekan pertumbuhan sel kanker.
Kemukjizatan Hadist Nabi terkait Susu Unta
Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas r.a.
bahwa suatu kaum dari Urainah mengahadp Rasulullah Saw. Mereka berkata
kepada Nabi, “Kami mengalami masalah di madinah. Perut kami kembung dan
anggota badan kami terluka.” Lalu, Rasulullah Saw memerintahkan mereka
untuk mencari peternak unta. Lalu mereka meminum susu unta sehingga
perutnya sembuh dan kulitnya membaik.
Itulah berbagai khasiat susu unta yang
dikeluarkan oleh Allah Swt dari saripati antara kotoran dan darah
menjadi susu yang bersih, nikmat diminum, dan kaya akan protein yang
bisa menyembuhkan tentunya dengan izin Allah. “Apakah mereka tidak
melihat kepada unta, bagaimana ia diciptakan” (QS 88:17)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar