Sudah tidak diragukan lagi jika berpuasa memiliki pengaruh dan
manfaat yang baik untuk kesehatan organ tubuh. Tetapi bagaiman dengan
kesehatan kulit, yang tidak mendapat asupan 'makanan' selama lebih dari
10 jam?
Sama halnya dengan organ tubuh bagian dalam, ternyata puasa juga membuat kulit sehat. Bahkan Skinverse seperti dilansir Livestrong,
Rabu 15 Juli 2014, melalui serangkaian riset menunjukkan, jika
berpuasa dalam jangka pendek justru mampu menyembuhkan sejumlah
penyakit.
Berikut beberapa jenis penyakit yang dapat dihindari oleh kulit berkat berpuasa :
Iritasi Kulit
Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Toksikologik patologi menunjukkan iritasi kulit akibat kontak dengan benda atau zat tertentu dapat diminimalisir dengan berpuasa. Pembengkakan kulit akibat kontak dengan benda atau zat tertentu dapat secara alami sembuh dengan berpuasa dengan jangka pendek hingga 48 jam.
Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Toksikologik patologi menunjukkan iritasi kulit akibat kontak dengan benda atau zat tertentu dapat diminimalisir dengan berpuasa. Pembengkakan kulit akibat kontak dengan benda atau zat tertentu dapat secara alami sembuh dengan berpuasa dengan jangka pendek hingga 48 jam.
Gatal-gatal
Puasa dapat mengurangi jenis gatal tertentu atau lebih dikenal dengan istilah urtikaria kronis. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Dermatology merilis sejumlah gatal yang dapat disembuhkan dengan berpuasa, yakni ruam jelatang hingga urtikaria kronis yang berlangsung hingga lebih dari enam minggu.
Puasa dapat mengurangi jenis gatal tertentu atau lebih dikenal dengan istilah urtikaria kronis. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Dermatology merilis sejumlah gatal yang dapat disembuhkan dengan berpuasa, yakni ruam jelatang hingga urtikaria kronis yang berlangsung hingga lebih dari enam minggu.
Dalam kondisi perut kosong terbukti efektif mengurangi gatal pada
perempuan berusia 28 tahun selama 11 hari. Para peneliti menunjukkan
kemampuan daya tahan tubuh dalam tiga hari berpuasa menjadi lebih tahan
terhadap jenis gatal tertentu.
Jerawat dan Eksim
Kondisi kulit saat berjerawat dan eksim dapat lebih cepat bersih dengan berpuasa dalam jangka pendek. Hal ini bisa terjadi karena dengan membebaskan tubuh dari proses mencerna makanan maka dapat membuatnya fokus untuk meregenerasi sistem lain.
Kondisi kulit saat berjerawat dan eksim dapat lebih cepat bersih dengan berpuasa dalam jangka pendek. Hal ini bisa terjadi karena dengan membebaskan tubuh dari proses mencerna makanan maka dapat membuatnya fokus untuk meregenerasi sistem lain.
Dr Dewi Inong menjelaskan, puasa secara fisik merupakan detoksifikasi
untuk mengurangi racun dalam tubuh. Hal itu karena racun yang berasal
dari makanan yang kita makan dapat ditahan dan dikontrol pada saat kita
berpuasa.
Jika sedang puasa, dalam organ tubuh kita terjadi proses stres
oksidatif, begitu juga dengan kulit kita. Sedangkan, pada saat kita
makan, terjadi proses pembakaran makanan sehingga menghasilkan racun.
"Puasa sama artinya tubuh kita beristirahat selama satu bulan. Hal
itu berguna untuk mengendalikan stres oksidatif,'' ujar Dewi.
Dari hasil penelitian, lanjut dokter spesialis kulit RSCM Jakarta
ini, tubuh kita membentuk oksidan alami untuk mengatasi racun, sedangkan
kulit kita juga membentuk antioksidan vitamin E yang berguna bagi
kesehatan kulit.
Justru, antioksidan yang diproduksi oleh tubuh akan meningkat lima
kali lipat pada saat kita berpuasa. Dari segi fisik, segala penyakit
bisa disembuhkan jika kita berpuasa sesuai dengan aturan.
Saat puasa, akan terbentuk antioksidan dalam tubuh. Beberapa penyakit
kulit, seperti jerawat, eksim (gatal jamur), dan artekaria (alergi
dengan kulit berbintil dan berair), dapat berkurang.
Luka, bekas luka, dan gangguan hormonal juga dapat disembuhkan karena
puasa. Begitu pula penyakit kulit yang dipicu faktor stres dan emosi
bisa sembuh. Hal itu disebabkan stres dan emosi dapat merangsang
neurosubkresi (zat-zat penyebab gatal).
Penyakit kulit kebanyakan disebabkan tiga faktor, seperti makanan,
minuman, emosi, dan polusi lingkungan. Penyakit kulit, seperti jerawat,
dapat ditimbulkan karena terserangnya kelenjar-kelenjar yang bertugas
mengeluarkan lemak.
Selain itu, lanjut Dewi, kebiasaan berwudhu juga dapat menjaga
kebersihan dan kelembaban kulit. Pada saat puasa, amalan ibadah
bertambah, kesempatan uuntuk shalat sunah juga bertambah. Dengan
demikian, kemungkinan bisa lebih sering berwudhu.
Bagi yang tidak terbiasa berpuasa, di awal akan mengalami sakit
kepala atau gejala lainnya. Hal ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi
makanan bergizi seimbang dan minum jus buah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar