Apa yang dikatakan Al-Thurthusyi seperti yang pernah disabdakan
Rasulullah Saw :
“Tidak ada suatu wadah yang diisi penuh oleh anak adam
yang lebih jelek melebihi perutnya. Cukuplah baginya beberapa suapan
kecil yang untuk menegakkan tulang belakangnya. Jika tidak mungkin, maka
sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk menumannya, dan sepertiga
lagi untuk nafasnya,” (HR Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah,
Al-Hakim).
Ini adalah diantara hal yang paling bermanfaat untuk limpa dan hati.
Karena, perut pada saat dipenuhi dengan makanan, akan sempit untuk
minuman. Jika minumannya sudah masuk, maka perut itu akan terasa sesak
pasa saat untuk bernafas. Setelah itu, yang terasa adalah kelelahan dan
keletihan seperti orang yang memikul beban yang berat.
Bahaya kenyang ada enam :
Pertama, badan yang berat, karena
kenyang akan melemahkan kekuatan dan tubuh. Yang bisa menguatkan tubuh
adalah penyesuaian porsi konsumsi makanan dan bukan banyaknya makanan
yang dikonsumsinya.
Kedua, keras hati. Ada riwayat dari Hudzaifah tentang Nabi Saw
yang pernah bersabda, “Orang yang sedikit makannya, maka sehat perutnya
dan bening hatinya. Sementara itu, orang yang banyak makannya, maka
perutnya sakit dan hatinya keras.”
Ketiga, hilangnya kecerdasan, rusaknya kemampuan menalar, dan
lemahnya daya hafal. Ini seperti yang dikatakan oleh Imam Ali bin Abi
Thalib k.w., “Kekenyangan akan menghilangkan kecerdasan.”
Keempat, melemahkan tubuh dalam melakukan ibadah dan mencari
ilmu. Poin ini seperti yang dikatakan oleh Luqman pada anaknya, “Pada
saat lambung sudah terisi penuh, maka pikiran akan tidur hingga tidak
berfungsi, hikmah akan membisu, anggota tubuh juga duduk tidak dapat
melakukan ibadah.”
Kelima, menyebabkan kantuk. Ini seperti yang dikatakan orang
bijak, “Orang yang banyak makannya, maka akan banyak minumnya. Orang
yang banyak minumnya, maka ia akan banyak tidurnya. Orang yang banyak
tidurnya, maka akan banyak dagingnya. Orang banyak dagingnya, maka akan
keras hatinya. Orang yang keras hatinya, maka akan tenggelam dalam
lumpur dosa.” Diriwayatkan dari Rasulullah Saw yang pernah bersabda,
“Jangan matikan hati kalian dengan banyak makanan dan minuman. Karena,
hati itu seperti tanaman yang pada saat kebanyakan air akan mati.”
Rasulullah Saw juga bersabda, “Allah Swt tidak memberi perhiasan pada
seseorang yang lebih utama melebihi keterjagaan perutnya.”
Keenam, memperkuat dorongan syahwat dan membantu bala tentara
setan. Ini seperti yang dikatakan oleh Al-Ghazali. Diriwayatkan dari
Nabi Saw yang pernah bersabda, “Banyak makan adalah racun.”
Tidak dipungkiri bahwa sesuatu yang paling penting bagi manusia
adalah kesehatan. Hal ini seperti yang dikatakan oleh sebagian ahli
hikmah bahwa kesehatan adalah mahkota yang bertengger di kepala orang
yang masih sehat dan itu hanya diketahui oleh orang-orang yang sedang
sakit.
Kesehatan tidak akan didapatinya kecuali jika ia menggunakan etika
agama yang utama, mengikuti perintahnya, serta menjauhi larangannya.
Kesehatan seseorang sangat ditentukan bagaimana pola makan yang
bersangkutan. Karena, Allah Swt memerintahkan untuk menjaga pola makan
dalam ayat berikut:
“Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan,” (QS Al-A’raf [7]: 31)
Pada ayat ini Allah menunjukkan kepada kita bagaimana cara makan dan
minum yang baik hingga kita dapat hidup dengan sehat dan kuat untuk
melakukan aktivitas, baik keduniaan maupun keakhiratan. Allah Swt juga
melarang kita dari berlebih-lebihan dalam makan dan minum serta
melampaui batas dalam dua hal itu. Hal ini terlihat jelas dalam ayat di
atas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar